Ntvnews.id, Riyadh - Koalisi militer pimpinan Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat dan menghancurkan pesawat nirawak atau drone milik kelompok Houthi di wilayah Madinah. Insiden tersebut menambah daftar dugaan serangan drone yang menyasar wilayah Arab Saudi dalam beberapa waktu terakhir.
Dilansir dari AFP, Senin, 2 November 2026, koalisi yang terlibat dalam konflik melawan kelompok Houthi di Yaman tersebut menyebut drone berhasil dihancurkan sebelum mencapai sasarannya di wilayah Madinah, kota yang menjadi tempat berdirinya salah satu situs tersuci umat Islam.
Sebelumnya, militer Arab Saudi juga mengumumkan keberhasilan mencegat sebuah drone yang diklaim diluncurkan Houthi di wilayah udara Kota Makkah. Namun, kelompok Houthi yang berbasis di Yaman membantah tuduhan tersebut.
Pencegatan drone di wilayah Saudi itu berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2026 Peristiwa tersebut menjadi bagian dari rangkaian serangan yang dilaporkan terjadi di wilayah kerajaan tersebut belakangan ini.
"Sebuah drone yang diluncurkan oleh milisi teroris Houthi telah dicegat dan dihancurkan di wilayah Makkah," demikian pernyataan koalisi Saudi melalui media sosial X, seperti dilansir AFP, Jumat, 30 Oktober 2026.
Konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi kembali memanas sejak Juli lalu, setelah kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya meredakan pertempuran selama beberapa tahun mengalami keruntuhan.
Arab Saudi, yang memimpin koalisi militer untuk memerangi Houthi di Yaman, telah melancarkan sejumlah serangan udara guna mendukung pasukan pemerintah Yaman yang mendapat pengakuan internasional. Serangan tersebut kemudian diikuti aksi balasan Houthi yang menyasar wilayah Arab Saudi.
Baca Juga: Serpihan Rudal Houthi Jatuh di Riyadh, Warga Arab Saudi Terluka
Di sisi lain, kelompok Houthi membantah tudingan telah mengarahkan serangan ke Kota Makkah. Kelompok yang mendapat dukungan Iran itu bahkan menyebut klaim Arab Saudi sebagai "kebohongan besar".
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan operasi militer yang menargetkan wilayah Arab Saudi pada Jumat, 30 Oktober 2026. Pernyataan tersebut disampaikan melalui kanal Telegram dan dilaporkan AFP serta Anadolu Agency.
Saree juga menolak klaim mengenai keberhasilan Saudi mencegat drone di wilayah udara Makkah.
"Klaim musuh, Arab Saudi, mengenai pencegatan sebuah drone di wilayah udara di atas Makkah adalah kebohongan besar dan keterlaluan," sebut Saree dalam pernyataan via Telegram.
Sebelumnya, Saudi dan Houthi juga saling melontarkan klaim terkait dugaan serangan drone di wilayah Makkah. Perbedaan pernyataan kedua pihak tersebut semakin menambah ketegangan di tengah kembali memanasnya konflik di kawasan tersebut.
Ilustrasi - Bendera Arab Saudi berkibar di depan konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 6 November 2018. (Antara)