Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginginkan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengambil peran lebih besar dalam pembangunan ekonomi nasional. Kadin diharapkan tidak sekadar menjadi wadah para pengusaha, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam memperkuat kemandirian dan kedaulatan ekonomi Indonesia.
Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat menerima jajaran Kadin dalam pertemuan di Hambalang, Kabupaten Bogor, Sabtu. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI sekaligus Ketua Ke-15 MPR RI, Bambang Soesatyo atau Bamsoet, menilai pesan tersebut perlu segera diterjemahkan menjadi program nyata oleh kalangan dunia usaha.
"Presiden menghendaki Kadin tidak hanya menjadi organisasi para pengusaha, melainkan mitra strategis negara dalam membangun Indonesia yang mandiri, tangguh dan berdaulat secara ekonomi. Harapan tersebut harus dijawab dengan kerja nyata, investasi produktif, penguatan UMKM, hilirisasi, serta perluasan pasar ekspor," ujar Bamsoet dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Menurut Bamsoet, pelaku usaha perlu meningkatkan kontribusinya dalam menciptakan lapangan pekerjaan, memperkuat industri nasional, serta memperluas investasi. Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang dampaknya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Ia juga memandang prospek ekonomi Indonesia masih memberikan ruang optimisme bagi dunia usaha. Pada semester I-2026, perekonomian nasional tumbuh 5,45 persen, sedangkan pertumbuhan pada triwulan II-2026 tercatat sebesar 5,29 persen secara tahunan. Sementara itu, inflasi pada September 2026 berada di level 3,28 persen.
Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal sepanjang semester I-2026 mencapai Rp1.010,6 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.448.862 orang. Sebanyak Rp507,8 triliun atau sekitar 50,2 persen dari total investasi tersebut direalisasikan di luar Pulau Jawa.
Bamsoet menilai capaian investasi tersebut dapat dimanfaatkan Kadin di daerah untuk menarik lebih banyak penanaman modal, mengembangkan industri sesuai potensi wilayah, serta membuka kesempatan kerja baru.
Ia turut mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menghadapi tantangan ekonomi. Menurutnya, pemerintah membutuhkan dukungan sektor swasta untuk memperkuat perekonomian, sementara dunia usaha memerlukan kebijakan yang memberikan kepastian dalam menjalankan kegiatan bisnis.
"Ketika dunia menghadapi perang, gangguan rantai pasok, perubahan iklim, dan ketidakpastian keuangan, Indonesia tidak boleh sekadar menjadi pasar. Kita harus menjadi produsen, inovator, pengolah bahan mentah, serta pemain utama dalam perdagangan global," katanya.
Kadin Didorong Perkuat Industri dan UMKM
Untuk merealisasikan arahan Presiden, Bamsoet mendorong Kadin memperkuat ketahanan dunia usaha sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, integrasi industri dari sektor hulu hingga hilir perlu ditingkatkan agar nilai tambah ekonomi dapat dinikmati di dalam negeri.
Ia juga menyoroti perlunya penyederhanaan regulasi dan jaminan kepastian berusaha guna menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.
Kemitraan antara pengusaha besar, pelaku usaha menengah, koperasi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga perlu diperluas. Dengan demikian, manfaat investasi dan pertumbuhan industri dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
"Presiden telah memberikan arah yang jelas. Kini tugas KADIN adalah menerjemahkannya menjadi program terukur, investasi yang menyerap tenaga kerja, produk yang kompetitif, dan keberpihakan nyata kepada pengusaha nasional," pungkas Bamsoet.
Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada sekitar 400 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch 1 Tahun Anggaran 2026 dan 250 anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dari seluruh Indonesia di kediaman pribadi Pres (Sekretariat Presiden)