Ntvnews.id, Jakarta - Arab Saudi menyatakan serpihan rudal Houthi yang dicegat jatuh 20 Km dari Masjidil Haram, Makkah. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI khawatir dengan nasib warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Saudi, termasuk jemaah umrah asal RI.
"Keselamatan warga sipil dan keamanan tempat-tempat suci harus dihormati. Setiap tindakan yang berpotensi membahayakan masyarakat serta memperluas konflik di kawasan perlu dihentikan," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, Senin, 26 Oktober 2026.
Dave mendorong pemerintah Indonesia mengambil sikap melalui jalur diplomasi untuk mencegah perang makin menjadi-jadi. Menurut dia, Indonesia harus menyuarakan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan negara, perlindungan warga sipil, serta penyelesaian konflik sesuai dengan hukum internasional.
"Upaya ini dapat dilakukan melalui komunikasi bilateral dan forum multilateral, termasuk PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam," kata Dave.
Komisi I DPR meminta pemerintah RI terus memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi untuk melindungi WNI. Indonesia sendiri menjadi salah satu negara dengan jumlah jemaah umrah terbanyak di Saudi. Lalu, terdapat juga ratusan ribu WNI yang bekerja, tinggal atau belajar di Saudi.
"Koordinasi antara Kementerian Luar Negeri dan perwakilan Indonesia di kawasan perlu berjalan optimal agar informasi keamanan tersampaikan dengan baik dan langkah perlindungan dapat dilakukan sesuai kebutuhan," tuturnya.
Otoritas pertahanan sipil Arab Saudi sebelumnya merilis peringatan 'potensi bahaya' untuk empat provinsi di bagian barat wilayahnya, termasuk kota suci Makkah, pada Sabtu, 24 Oktober 2026 waktu setempat. Walau begitu, alasan di balik peringatan bahaya tersebut tak diungkap ke publik.
Peringatan bahaya mencakup Jeddah yang merupakan kota besar di tepi Laut Merah, kemudian Taif, dan pusat industri minyak pesisir Yanbu. Tapi, peringatan bahaya itu telah dicabut beberapa menit setelah dirilis. Peringatan bahaya ini menginstruksikan warga setempat untuk 'segera menuju ke tempat aman terdekat'.
Lalu pada Rabu, 21 Oktober 2026, Koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan bahwa pertahanan udara mereka telah mencegat dan menghancurkan setidaknya lima drone yang terdeteksi mengarah ke Wilayah Timur Saudi dan ke kota suci Madinah.
Terkini, sejumlah bagian dari rudal Houthi yang dicegat Saudi jatuh di Wadi Al-Mughammas, yang berjarak 20 kilometer dari Masjidil Haram di Makkah.
Serangan milisi Houthi terhadap dua bandara di Riyadh, Arab Saudi (Istimewa)