Ntvnews.id, Jakarta - Pelajar di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, kini bisa melakukan pendaftaran Beasiswa Afirmasi dan Pendidikan (ADiK) lewat sekolah masing-masing. Para siswa tak perlu lagi selalu menempuh perjalanan ke kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga waktu dan ongkos bisa dihemat.
Mereka cukup mengisi formulir daring dan mengirim berkas persyaratan dengan dibantu guru. Formulir daring ini merupakan inisiatif yang dibuat oleh Tim Ekspedisi Patriot Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Inisiatif ini membantu siswa yang rumahnya jauh dari pusat layanan pemerintah dan mempermudah mendapatkan akses beasiswa. Program ini mendapatkan apresiasi dari para siswa.
“Dengan adanya formulir digital ini, kami lebih mudah melakukan pendaftaran Beasiswa ADiK karena bisa mendapatkan bantuan dari guru di sekolah saat mengisi data dan menyiapkan dokumen. Kami juga tidak perlu selalu pergi ke kantor Dinas Pendidikan untuk mengurus pendaftaran awal, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya perjalanan,” ujar Lionel Immanuel, siswa SMA Negeri 1 Ransiki, dikutip 26 Oktober 2026.
Baca Juga: Kementrans dan DPR RI Perkuat Sinergi Pembangunan Kawasan Transmigrasi di Muna
Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan menyambut positif terobosan digitalisasi sistem pendaftaran Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADiK) yang digagas oleh Tim Ekspedisi Patriot ITS. Langkah ini dinilai efektif untuk mengatasi minimnya angka pendaftar beasiswa pada tahun-tahun sebelumnya di daerah Manokwari Selatan.
“Selama ini, jumlah pendaftar Beasiswa ADiK belum pernah memenuhi target yang ditetapkan. Kami berharap melalui sistem pendaftaran digital ini, informasi dan proses pendaftaran dapat menjangkau lebih banyak siswa sehingga target pendaftar dapat tercapai. Pada akhirnya, semakin banyak siswa yang memanfaatkan kesempatan beasiswa ini, semakin besar pula peluang untuk meningkatkan jumlah lulusan sarjana di Kabupaten Manokwari Selatan,” ujar Agus Mandacan, S.Pd., M.A., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manokwari Selatan.
Untuk meningkatkan antusiasme siswa dalam mendapatkan beasiswa, Tim Ekspedisi Patriot ITS juga menyusun modul alur pendaftaran beasiswa dan menyosialisasikan digitalisasi pendaftaran beasiswa di dua sekolah di kawasan Ransiki, Papua Barat.
Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan bahwa pendidikan adalah kunci kebangkitan bangsa Indonesia.
Inisiatif ini sejalan dengan harapan Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono agar Tim Ekspedisi Patriot melahirkan generasi muda berjiwa patriot yang siap membangun berbagai daerah.
“Program Transmigrasi Patriot mampu mendorong lahirnya generasi muda berjiwa patriot yang siap membangun berbagai daerah. Saya mengapresiasi Menteri Transmigrasi beserta jajaran yang menghadirkan program strategis bagi pembangunan nasional berkeadilan,” ujar Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono.
Prinsip menghadirkan manfaat yang berkelanjutan juga menjadi pesan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara.
“Transformasi transmigrasi hari ini bukan sekadar memindahkan penduduk, melainkan bagaimana memastikan kesejahteraan tumbuh di kawasan tersebut,” ujar Menteri Transmigrasi.
Tim Ekspedisi Patriot Hadirkan Kemudahan Mendapatkan Layanan Beasiswa (Dokumentasi)