Prabowo Tak Takut MSCI, Misbakhun: Situasi Sulit, Tapi Harus Hati-hati

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Okt 2026, 10:19
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto di Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIEXPO Convention Centre, Kamis, 22 Oktober 2026. Presiden Prabowo Subianto di Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIEXPO Convention Centre, Kamis, 22 Oktober 2026. (YouTube Setpres)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI angkat bicara soal pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang tak takut dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Menurut Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, Prabowo ingin menegaskan bahwa ekonomi Indonesia dibangun atas kekuatan rakyatnya sendiri.

"Bapak Presiden ingin memberikan penguatan bahwa ekonomi Indonesia itu dibangun berdasarkan kekuatan rakyat Indonesia itu sendiri. Kekuatan rakyat Indonesia sendiri," ujar Misbakhun, Minggu, 25 Oktober 2026.

Melalui harapan dari Prabowo tersebut, kata Misbakhun, diharapkan masyarakat tak perlu khawatir atas kondisi yang ada. Apalagi, menurut Misbakhun, ekonomi Indonesia memiliki kelenturan yang sempat terlihat ketika era Covid-19.

"Di mana dunia terkunci, tapi Indonesia cepat recovery, dan recovery ini menunjukkan bahwa kita mempunyai resiliensi yang sangat bagus. Kita punya daya tahan yang sangat liat, kita punya ekonomi yang sangat lincah," tutur Politisi Golkar ini. 

Misbakhun mengatakan, memang ada tekanan kepada pasar saham, tetapi situasi sulit ini memang perlu dihadapi dengan hati-hati. Ia menilai, pengambil kebijakan juga perlu diberikan semangat dengan memperlihatkan apa yang telah dilakukannya berdampak ke masyarakat.

Ketua Komisi XI Misbakhun memberikan pernyataan pers usai pertemuan DPR RI dan Presiden RI membahas penerapan PPN 12 persen di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (5/12/2024). <b>(ANTARA (Livia Kristianti))</b> Ketua Komisi XI Misbakhun memberikan pernyataan pers usai pertemuan DPR RI dan Presiden RI membahas penerapan PPN 12 persen di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (5/12/2024). (ANTARA (Livia Kristianti))

"Ini kan memberikan semangat, bahwa ada tekanan, iya, ada situasi sulit, iya. Tetapi situasi sulit, situasi tekanan itu harus disikapi dengan lebih hati-hati," jelas dia.

Misbakhun pun menyebut di Komisi XI rutin melakukan evaluasi terhadap pasar saham Indonesia. Ia meyakini pasar modal Indonesia terus melakukan perbaikan.

"Dalam rangka membangun kembali kepercayaan masyarakat, tidak hanya masyarakat investor nasional, lokal, nasional, regional, tapi investor global, terhadap apa? Bursa saham Indonesia, sehingga prasyarat-prasyarat awal pada saat MSCI yang awal dulu itu sudah dipenuhi semua mereka," kata dia.

"Dan tentunya ini untuk memberikan apa? Memberikan pesan yang nyata dan kuat kepada MSCI, termasuk kepada masyarakat global, investor global, bahwa Indonesia mengikuti protokol-protokol tata kelola bursa saham internasional," imbuhnya.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyinggung MSCI yang mengancam akan menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market (Pasar Berkembang) ke Standalone Market (Pasar Mandiri). Prabowo menilai pengumuman MSCI dimaksudkan untuk menakut-nakuti Indonesia.

"Kita terus dihadang. Ada apa itu, macam-macamlah, MSCI, macam-macam," ujar Prabowo dalam taklimatnya di sidang kabinet 2 tahun pemerintahan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

Prabowo menegaskan Indonesia tak takut terhadap pengumuman MSCI. Ia menilai bangsa Indonesia bukan bangsa yang gampang menyerah.

"Dia mau takut-takuti kita, saya hanya katakan kepada MSCI: Bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar," kata Prabowo.

"Saudara-saudara sekalian, kita tidak takut. Kita punya kekuatan, kita punya keberanian, dan kita rela berkorban, dan kita tidak mengenal menyerah," imbuh dia.

x|close