Program Gentengisasi Prabowo Dorong Kebangkitan Perajin Lokal, 2,4 Juta Genteng Majalengka Didistribusikan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Nov 2026, 08:13
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto depan Atlet Asian Games Presiden Prabowo Subianto depan Atlet Asian Games (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Program Gentengisasi yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga menggerakkan industri bahan bangunan dalam negeri. Penyaluran 2,4 juta genteng buatan perajin Majalengka menjadi salah satu upaya memperluas pasar produk lokal sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, pendistribusian genteng tersebut melibatkan sekitar 600 truk untuk menjangkau sejumlah daerah, di antaranya Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

Pelaksanaan program ini juga disinergikan dengan rehabilitasi rumah, dukungan pemerintah daerah, serta kerja sama dengan para pengembang perumahan.

“Ini melibatkan banyak orang. Saya minta semuanya dipersiapkan secara detail, mulai dari jumlah genteng, kualitas, waktu pengiriman, sampai dengan kesiapan sopir, tenaga kerja, dan seluruh pihak yang terlibat,” ujar Maruarar.

Maruarar menambahkan, peningkatan mutu produk menjadi salah satu fokus untuk memperkuat daya saing industri genteng lokal. Saat ini, sebanyak 34 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) genteng di Majalengka telah mengantongi sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Baca Juga: Prabowo Terima Surat Kepercayaan dari Sebelas Duta Besar LBBP Negara Sahabat

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menyebut program Gentengisasi membuka peluang bagi industri genteng Jatiwangi untuk kembali berkembang. Kawasan tersebut selama ini dikenal memiliki sejarah panjang sebagai salah satu sentra produksi genteng di Indonesia.

“Setelah ada program gentengisasi dari Bapak Presiden, Jatiwangi mulai bergairah kembali. Ini momentum yang sangat bagus untuk mengembalikan kejayaan genteng Jatiwangi,” ungkap Herman.

Menurut Herman, peningkatan kapasitas produksi yang dibarengi penerapan standardisasi akan memberikan keuntungan bagi para perajin maupun masyarakat sebagai konsumen. Produk yang memenuhi standar diharapkan memiliki daya saing lebih kuat dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Sehingga sangat layak untuk masuk pasar dan tentu ini akan menguntungkan semua pihak. Perajinnya diuntungkan, di sisi lain masyarakat juga akan mendapatkan genteng yang jauh lebih baik,” katanya.

Manfaat program tersebut juga dirasakan pelaku industri genteng di daerah lain. Pemilik usaha Genteng SKM Sokka di Kebumen, Dian, menilai Gentengisasi dapat membuka peluang peningkatan permintaan terhadap produk yang dihasilkan perajin setempat.

“Kalau permintaan meningkat tentu akan sangat membantu para perajin. Bukan hanya usaha kami yang berkembang, tetapi juga tenaga kerja yang terlibat dalam proses produksinya bisa ikut merasakan dampaknya,” ujarnya.

Program Gentengisasi menunjukkan bahwa pembangunan sektor perumahan dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi kerakyatan. Melalui peningkatan standar produk, perluasan jaringan distribusi, dan pelibatan UMKM, program ini diharapkan menciptakan pasar yang berkelanjutan.

Selain membuka peluang usaha bagi perajin, langkah tersebut juga berpotensi memperluas kesempatan kerja sekaligus mendorong masyarakat memperoleh material bangunan yang lebih berkualitas untuk meningkatkan kondisi hunian mereka.