Cak Imin Apresiasi Kapolri Ungkap Kasus Penyadapan ke Presiden

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Nov 2026, 07:57
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto atas keberhasilannya mengungkap kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pihak lainnya. Ia menilai langkah cepat kepolisian menangani perkara tersebut patut mendapat penghargaan.

Cak Imin menyampaikan apresiasi itu kepada wartawan di Kantor DPP PKB, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis, 5 November 2026. Ia secara khusus memberikan penghormatan kepada Kapolri karena dinilai berhasil menjaga kehormatan kepala negara.

"Salut untuk Kapolri, hormat untuk Kapolri. Kerjanya luar biasa. Kapolri menyelamatkan marwah pemimpin kita," ungkap Cak Imin kepada wartawan di Kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis, 5 November 2026 malam.

Menurut Cak Imin, pengungkapan kasus tersebut merupakan kontribusi penting Kapolri dalam menciptakan kehidupan politik yang lebih sehat. Ia menilai penanganan perkara penyadapan menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola kehidupan bernegara.

Baca Juga: Terkuak Peran Irjen Slamet Uliandi di Kasus Sadap Prabowo: Izinkan Menghapus Log Penyadapan

"Kapolri telah memberikan kontribusi nyata penataan, penataan semua kehidupan politik kita supaya lebih sehat. Hormat untuk Kapolri," kata Cak Imin.

Ia juga mengapresiasi respons cepat dan tegas kepolisian dalam mengusut dugaan penyadapan tersebut. Cak Imin menilai langkah itu menunjukkan komitmen Polri untuk bekerja secara profesional sekaligus memberikan perlindungan kepada Presiden dan pihak-pihak lain yang diduga menjadi korban penyadapan.

"Ya saya tentu sangat memberikan apresiasi kepada kapolri ya yang bertindak cepat, tegas, efektif, melindungi kepala negara. Termasuk melindungi semua yang disadap. Ini kita terima kasih. Ini prestasi yang luar biasa, ini perbaikan cara kerja polri untuk bekerja secara profesional, bekerja bersama rakyat, melindungi pemimpin-pemimpinnya, khususnya presiden," imbuhnya.

Dalam perkembangan kasus tersebut, jumlah tersangka dugaan penyadapan terhadap Prabowo bertambah menjadi empat orang. Mereka masing-masing berinisial Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP), Irjen Ahrie Sonta (AHN), Irjen Eko Hadi Santoso (EH), dan Irjen Slamet Uliandi.

Untuk mengusut perkara tersebut, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto juga telah membentuk tim khusus. Pembentukan tim ini disebut sebagai bentuk keseriusan dan langkah proaktif Polri dalam mendalami dugaan praktik penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo.

Tim khusus tersebut akan berada langsung di bawah pimpinan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Asep Safrudin.

"Sebagai bentuk respons proaktif dan keseriusan institusi, maka pimpinan Polri, dalam hal ini Kapolri, telah membentuk tim secara khusus dalam merespons informasi dan isu-isu tersebut," ucap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 5 November 2026.

Trunoyudo menjelaskan tim tersebut akan melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap dugaan penyadapan ilegal yang menjadi perhatian publik. Penanganan perkara itu akan dikoordinasikan langsung oleh Kabareskrim Polri.

"Untuk melakukan pendalaman yang langsung dipimpin oleh Bapak Kabareskrim," tutur dia.