Kata-kata Jokowi Usai 13 Jam Bersaksi di Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Nov 2026, 09:47
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Jokowi Jokowi (Ntvnews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menjalani pemeriksaan sebagai saksi selama kurang lebih 13 jam dalam perkara dugaan pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah palsu.

Persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) itu dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 22.30 WIB, Kamis, 5 November 2026.

Dalam persidangan itu, Jokowi mengaku telah memperlihatkan sejumlah bukti, termasuk empat ijazah pendidikan formal miliknya.

Dokumen yang ditunjukkan mencakup ijazah tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga perguruan tinggi.

Usai menjalani pemeriksaan panjang, Jokowi menyampaikan bahwa dirinya menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara tersebut kepada majelis hakim.

Ia berharap tuduhan ijazah palsu yang selama ini dikaitkan dengan namanya dapat diselesaikan melalui proses hukum yang adil.

"Kita serahkan semuanya pada Yang Mulia Majelis Hakim yang terhormat. Saya hanya minta keadilan agar nama baik saya terhadap tuduhan ijazah palsu ini betul-betul bisa diselesaikan dengan baik," kata Jokowi malam tadi.

Jokowi di ruang sidang PN Jaktim <b>(Ntvnews.id/Adiansyah)</b> Jokowi di ruang sidang PN Jaktim (Ntvnews.id/Adiansyah)

Ketika kembali ditanya mengenai kepuasannya terhadap jalannya persidangan, ia menegaskan bahwa proses hukum belum mencapai tahap akhir.

Menurutnya, keputusan sepenuhnya berada di tangan majelis hakim. Karena itu, ia memilih menunggu hingga pengadilan memberikan putusan atas perkara tersebut.

"Ini kan belum pada tahapan nanti keputusan pengadilan. Jadi kita menunggu, sabar menunggu dulu," terangnya.

Baca Juga: Suket Gibran Dibatalkan MA, PKS Sebut dari Pencalonan Saja Bermasalah!

Kemudian saat Jokowi mendapat pertanyaan mengenai perasaannya setelah mengingat kedua orang tuanya dalam perkara tersebut.

Ia mengaku sangat tersinggung dan marah karena ayah dan ibu kandungnya ikut diseret dalam polemik tuduhan ijazah palsu. Jokowi menilai kedua orang tuanya telah berjasa besar dalam kehidupan dirinya sejak kecil.

"Ya jelas, saya sangat tersinggung sekali. Saya sangat marah sekali karena orang tua saya, ibu kandung saya, bapak kandung saya dibilang seperti itu. Karena beliau, apa pun beliau yang memberi makan saya sejak bayi, yang menyekolahkan saya sejak bayi, kemudian dikata-katai dengan kata-kata seperti itu. Siapa yang enggak sakit," ungkapnya.