Ntvnews.id, Asuncion - Presiden Paraguay Santiago Peña mengumumkan pengunduran dirinya setelah krisis perbankan yang melibatkan Ueno Bank memicu gejolak politik dan keresahan masyarakat. Pengambilalihan bank yang memiliki hubungan bisnis dengannya tersebut menyebabkan jutaan nasabah kehilangan akses terhadap simpanan mereka.
Dilansir dari AFP, Jumat, 6 November 2026, gelombang demonstrasi terjadi di Paraguay setelah bank sentral mengambil alih pengelolaan Ueno Bank pada Selasa, 3 November 2026. Langkah tersebut dilakukan menyusul kondisi permodalan bank yang mengalami kekurangan serius.
Krisis perbankan itu turut mendorong munculnya tuntutan pemakzulan terhadap Peña. Pada Rabu, 4 November 2026, sejumlah anggota parlemen dari kelompok oposisi secara resmi mengajukan usulan pemakzulan.
Mereka menuding Peña memberikan perlakuan istimewa kepada Ueno Bank dalam sejumlah kebijakan, terutama yang berkaitan dengan regulasi perbankan dan pengelolaan dana pensiun.
Baca Juga: Kylian Mbappe Buka Suara Usai Senator Paraguay Lakukan Rasisme
Keputusan mundur tersebut disampaikan Peña melalui sebuah rekaman video yang diunggah di platform X pada Kamis, 5 November 2026. Dalam pernyataannya, politikus sayap kanan itu juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas berbagai kekurangan selama menjalankan tugas sebagai kepala negara.
"Saya ingin meminta maaf kepada masyarakat jika ada saat di mana saya gagal. Tidak pernah ada niat dari saya untuk mengkhianati kepercayaan yang Anda berikan kepada saya," ujar Pena.
Peña menyatakan fokus utamanya saat ini adalah memulihkan ketenangan masyarakat Paraguay, khususnya nasabah yang telah mempercayakan simpanan mereka kepada lembaga keuangan di negara tersebut.
Ia menegaskan bahwa upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menyimpan uang di sistem perbankan nasional menjadi prioritas utama pemerintahannya.
"ketenangan pikiran bagi rakyat Paraguay yang telah memercayakan tabungan mereka ke dalam sistem keuangan kita."
Presiden Paraguay Santiago Peña (Istimewa)