China Uji Coba Drone Siluman dari Kapal Perang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Nov 2026, 07:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Bendera China Bendera China (Istimewa)

Ntvnews.id, Beijing - China mengklaim berhasil menguji drone siluman Gongji 21 melalui kapal serbu amfibi tipe 076 bernama Sichuan. Pengujian tersebut mencakup kemampuan lepas landas dan pendaratan drone di atas kapal perang.

Dilansir dari Xinhua, Selasa, 3 November 2026, melaporkan bahwa pengujian Gongji 21 menjadi bagian dari pengembangan kemampuan operasional Angkatan Laut China.

"Gongji 21 yang mampu melakukan pengintaian dan serangan baru-baru ini berhasil melakukan lepas landas dan pendaratan pertamanya di atas Kapal Sichuan," demikian laporan Xinhua mengutip sumber Angkatan Laut China.

Gongji 21 merupakan pesawat nirawak atau drone siluman yang menggunakan mesin turbofan. Perangkat ini dilengkapi teknologi peluncur yang memungkinkan pesawat melaju dengan bantuan dorongan ketapel elektromagnetik.

Selain itu, drone tersebut memiliki kait penahan atau arresting hook untuk menangkap kabel yang terpasang di dek kapal. Mekanisme ini berfungsi memperlambat sekaligus menghentikan laju pesawat dalam waktu singkat agar tidak terjatuh ke laut.

Baca Juga: Akibat Ulah Kylian Mbappe, Real Madrid Ikut Minta Maaf ke Warga China

Desain sayap Gongji 21 juga dapat dilipat sehingga memudahkan penyimpanan dan pemindahan pesawat di atas dek kapal yang memiliki ruang terbatas.

Sementara itu, kapal serbu amfibi tipe 076 Sichuan disebut sebagai kapal induk drone pertama China yang dirancang untuk mendukung operasi pengintaian dan serangan.

Kapal tersebut mulai dibangun pada Desember 2024 dengan kapasitas muatan mencapai 40.000 ton.

"Ini menandai terobosan lain dalam pengembangan kapal serbu amfibi negara saya, yang menandakan Angkatan Laut China punya kemampuan untuk meluncurkan dan mendaratkan UAV siluman sayap tetap di platform tempur maritim besar," kata salah satu sumber.

Kapal perang Sichuan juga dilengkapi sejumlah teknologi pendukung, di antaranya sistem panduan pendaratan otomatis, sistem tenaga terintegrasi generasi baru, ketapel elektromagnetik, serta perangkat penahan saat pendaratan.

Selain mengoperasikan drone, kapal tersebut mampu mengangkut berbagai kendaraan nirawak, helikopter, hingga perlengkapan untuk operasi amfibi.

Sejak menjalani uji coba laut perdana pada November 2025, Sichuan terus melaksanakan serangkaian pengujian maritim sesuai jadwal. Seluruh kendala terkait peralatan dilaporkan telah ditangani dan sistem kapal dinyatakan stabil selama pengoperasian di laut.