Ntvnews.id, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencatatkan perkembangan signifikan sejak resmi diluncurkan pada Januari 2025. Dimulai dari 190 dapur percontohan yang melayani 570.000 sasaran, jangkauan program kini meluas secara masif ke berbagai daerah di Indonesia.
"Makan Bergizi Gratis dimulai pada Januari 2025 dengan 190 dapur yang melayani 570.000 penerima manfaat. Kini, lebih dari 58 juta anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menerima Makan Bergizi Gratis," kata Juru Bicara Badan Gizi Nasional (BGN), Tysa Novenny.
Dalam kurun waktu 100 hari pelaksanaan, BGN mendata lebih dari 58 juta penerima manfaat telah terverifikasi secara resmi. Program ini secara konkret membantu para pelajar di berbagai jenjang agar dapat memulai kegiatan belajar dengan tenang dan fokus karena kebutuhan sarapan dan nutrisinya terjamin.
Tysa memaparkan, pemenuhan konsumsi harian dalam skala besar tersebut ditopang oleh kesiapan jaringan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah.
"Mereka dilayani lebih dari 26.000 dapur yang beroperasi. Dapur MBG mempekerjakan warga sekitar dan mengutamakan bahan dari petani, peternak, dan UMKM setempat," tutur Tysa.
Baca Juga: Sudaryono Terapkan Transformasi BGN 2.0, MBG Masuk Babak Baru
Berdasarkan data terkini, sebanyak 26.723 dapur telah terverifikasi dari total target 27.485 dapur SPPG. Keberadaan dapur-dapur tersebut telah menyerap 1,03 juta tenaga kerja aktif dari masyarakat lokal.
Selain serapan tenaga kerja, program ini terintegrasi langsung dengan 80.315 pemasok lokal. Dari angka tersebut, sebanyak 82,83 persen merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kemitraan rantai pasok ini berdampak langsung pada kenaikan omzet pedagang, kelompok tani, dan peternak daerah.
Dari aspek pembiayaan negara, realisasi anggaran program tahun 2026 tercatat sebesar Rp165 triliun. Melalui efisiensi dan tata kelola anggaran yang ketat, program ini berhasil mengembalikan dana sebesar Rp44 triliun ke kas negara.
Terkait prosedur mutu dan keamanan pangan, Tysa mengingatkan pihak sekolah maupun orang tua untuk tetap mengedepankan langkah antisipasi. Apabila ditemukan anak yang mengalami gejala medis tertentu pasca-konsumsi, pihak keluarga diminta segera membawanya ke puskesmas terdekat serta melaporkan kejadian tersebut kepada pihak sekolah guna penanganan cepat.
Arsip - Sejumlah siswa saat menerima menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem uji coba prasmanan di MTS Muhammadiyah Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Senin (12/10/2026 (Antara)