Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah unggahan yang beredar di media sosial Facebook pada baru-baru ini meneklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto akan menghentikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Indonesia.
Dalam narasinya, kebijakan pembatalan tersebut disebut-sebut diambil sebagai langkah darurat pemerintah dalam menghadapi krisis ekonomi yang semakin memburuk.
Unggahan itu menyertakan sebuah tangkapan layar artikel yang didesain sedemikian rupa menyerupai tampilan portal berita nasional Kompas.com. Gambar tersebut menampilkan foto Presiden Prabowo tengah berbicara di depan mikrofon, lengkap dengan tajuk berita berbunyi: “Prabowo Resmi Akan Tutup Program MBG di Seluruh Indonesia, Disebabkan Krisis Ekonomi”.
Tak hanya itu, pengunggah turut membubuhkan keterangan tertulis: “Resmi akan tutup program MBG di seluruh Indonesia disebabkan krisis ekonomi. Kompas.”
Lantas, benarkah Presiden Prabowo mengeluarkan keputusan untuk menutup program strategis Makan Bergizi Gratis karena alasan krisis ekonomi?
Unggahan yang menarasikan Prabowo tutup MBG karena krisis ekonomi. Faktanya, tangkapan layar tersebut merupakan konten yang dimanipulasi. (Antara) Berdasarkan hasil penelusuran dan verifikasi fakta, tangkapan layar artikel tersebut dipastikan merupakan konten palsu yang telah dimanipulasi (fabricated content).
Pemimpin Redaksi Kompas.com, Amir Sodikin, menegaskan bahwa pihak redaksinya tidak pernah membuat, mempublikasikan, maupun menyebarkan artikel dengan judul dan isi sebagaimana yang beredar dalam unggahan tersebut.
Dari hasil analisis visual, pembuat hoaks sengaja meniru logo serta tata letak (layout) situs Kompas.com guna mengecoh publik seolah-olah informasi itu berasal dari media kredibel. Kendati demikian, ditemukan sejumlah kejanggalan, di antaranya penggunaan jenis huruf (font) yang berbeda dari standar portal berita aslinya. Penelusuran menyeluruh pada mesin pencari di situs resmi Kompas.com juga tidak memuat arsip pemberitaan dengan klaim judul tersebut.
Faktanya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kini masih berjalan secara aktif dan terus digenjot oleh pemerintah. Badan Gizi Nasional (BGN) justru gencar melakukan berbagai pembenahan guna meningkatkan kualitas serta tata kelola pelaksanaan program di lapangan.
Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, menjelaskan bahwa pemerintah memperketat sistem pengawasan terhadap aparatur sipil negara (ASN) serta petugas di tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk penerapan sanksi tegas bagi pihak yang terbukti melanggar aturan.
Sebagai bentuk transparansi, BGN mewajibkan setiap unit SPPG untuk menyambungkan kamera pengawas (CCTV) dapur langsung ke pusat pemantauan (monitoring center). Langkah ini diambil agar pemerintah dapat mengawasi kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) secara real-time. Selain itu, BGN juga tengah menguji coba penyajian makanan secara prasmanan di 66 titik serta memperketat standar kebersihan dan keamanan pangan (food safety).
Berdasarkan data resmi pemerintah per 30 September 2026, program MBG tercatat telah menjangkau sekitar 57 juta jiwa penerima manfaat yang dilayani melalui 27.486 unit SPPG di berbagai daerah. Pada periode yang sama, realisasi penyerapan anggaran program ini telah mencapai Rp153,2 triliun, atau setara dengan 66,9 persen dari pagu efektif sebesar Rp229 triliun. Pemerintah bahkan mematok target ambisius untuk memperluas jangkauan program hingga 72,4 juta penerima manfaat pada tahun 2027 mendatang.
Klaim: Prabowo tutup Mbg karena krisis ekonomi
Rating: Hoaks
(Sumber: Antara)
Arsip - Sejumlah siswa saat menerima menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem uji coba prasmanan di MTS Muhammadiyah Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Senin (12/10/2026 (Antara)