Ntvnews.id, Jakarta - AKBP Andhika Dharma Sena dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo usai melakukan penggerebekan di pondok pesantren di Sukoharjo dan Karanganyar, Jawa Tengah.
Keputusan ini tertuang dalam Surat Telegram (ST) Kapolri Nomor: ST/2463/XI/KEP./2026 tertanggal Senin, 2 November 2026. Dalam telegram itu, AKBP Andhika Dharma Sena dimutasikan menjadi Perwira Menengah (Pamen) Stamaops Polri.
Posisi Kapolres Sukoharjo kini dijabat oleh AKBP Indra Maulana Saputra. Indra sebelumnya menjabat Kapolres Boyolali.
Baca juga: Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Gerebek Ponpes Hamalatul Quran
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan pergeseran jabatan ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan untuk menjaga integritas dan performa Korps Bhayangkara.
"Mutasi ini merupakan bentuk komitmen Kapolri dalam melakukan pembenahan internal dan meningkatkan profesionalisme secara konsisten dan berkelanjutan sesuai program prioritas Kapolri," kata Trunoyudo dalam keterangan kepada wartawan, Senin 2 November 2026.
Profil
AKBP Sena merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2007. Dia lahir di Blitar, Jawa Timur, pada 14 Februari 1987.
AKBP Sena juga melanjutkan pendidikan di PTIK dan lulus tahun 2024.
Selanjutnya menjalani pendidikan di Sespimen Polri Dikreg ke-63 tahun 2023.
Kariernya AKBP Sena dimulai di Polres Sambas pada 2008 dan berlanjut sebagai Kapolsek Sajiang Besar serta Kapolsek Teluk Batang (2010–2011).
Dia kemudian bertugas di Polda Kalimantan Timur sebagai Kasat Reskrim di Kutai Timur, Berau, Kutai Kartanegara, serta Kasat Reserse Narkoba dan Kasat Reskrim di Polresta Samarinda.
AKBP Sena kemudian melanjutkan kariernya ke Polda Jawa Tengah sebagai Penyidik Madya Ditreskrimsus, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang (2023–2026), hingga diangkat menjadi Kapolres Sukoharjo pada Oktober 2026.
AKBP Andhika Dharma Sena (Youtube: Polres Sukoharjo Official)