Calon Sekjen PBB Lana Nusseibeh Puji Indonesia sebagai Penggerak Multilateralisme

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Nov 2026, 06:42
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi suasana dalam Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat. Ilustrasi suasana dalam Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat. (Antara)

Ntvnews.id, New York - Calon Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) asal Uni Emirat Arab (UEA), Lana Nusseibeh, mengapresiasi peran Indonesia dalam memperkuat multilateralisme serta memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang di forum internasional.

Apresiasi tersebut disampaikan Nusseibeh melalui akun media sosial X pada Senin (2/11). Ia menilai Indonesia selama ini konsisten menyuarakan pentingnya kerja sama multilateral dan memperjuangkan aspirasi negara berkembang di lingkungan PBB.

“Indonesia telah lama menjadi salah satu suara yang kuat dalam memperjuangkan multilateralisme dan kepentingan negara-negara berkembang di Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata Nusseibeh dalam bahasa Indonesia melalui media sosial X, dipantau di Jakarta, Senin.

Pernyataan itu disampaikan Nusseibeh dengan mengutip unggahan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui akun X @Kemlu_RI beberapa waktu lalu. Ia juga menyambut keterlibatan Indonesia dalam proses pemilihan Sekjen PBB yang masih berlangsung.

Nusseibeh turut menyatakan dukungannya terhadap pandangan Indonesia mengenai sosok pemimpin PBB berikutnya. Menurutnya, Sekjen PBB mendatang harus mampu menegakkan hukum internasional sekaligus merangkul negara-negara di dunia.

Baca Juga: PBB: Serangan Israel Tewaskan 1.080 Warga Palestina di Tepi Barat Sejak 2023

“Serta mewujudkan reformasi yang bermakna dan menghasilkan manfaat nyata bagi seluruh negara anggota,” demikian Nusseibeh yang pernah menjabat sebagai Wakil Tetap UEA untuk PBB itu.

Sebelumnya, melalui unggahan di media sosial X pada 31 Oktober, Kemlu RI menyampaikan bahwa Indonesia terus mengikuti perkembangan proses pemilihan Sekjen PBB, terutama setelah pelaksanaan jajak pendapat putaran ketujuh di Dewan Keamanan (DK) PBB pada Jumat (30/10).

Indonesia menilai pencalonan Lana Nusseibeh sebagai salah satu kandidat Sekjen PBB merupakan bagian dari dinamika proses pemilihan yang tengah berjalan.

Kemlu RI juga menyoroti bahwa pemilihan pimpinan tertinggi PBB kali ini berlangsung di tengah situasi yang sangat krusial, baik bagi organisasi tersebut maupun komunitas internasional.

Oleh karena itu, Indonesia berpandangan bahwa PBB membutuhkan pemimpin yang mampu mempererat persatuan antarnegara, memperkuat penghormatan terhadap hukum internasional, serta mendorong agenda reformasi organisasi.

Indonesia juga berharap Sekjen PBB yang baru nantinya mampu memperbesar peran dan aspirasi negara-negara berkembang serta menghadirkan dampak nyata bagi seluruh anggota organisasi tersebut.

Indonesia turut mengharapkan agar pemimpin baru PBB dapat “menguatkan suara negara-negara berkembang dan mewujudkan hasil konkret bagi semua,” demikian Kemlu RI.

Sementara itu, proses pemilihan Sekjen PBB belum menghasilkan keputusan setelah jajak pendapat terbaru di DK PBB pada 30 Oktober berakhir tanpa kesimpulan yang menentukan.

Berdasarkan hasil yang bocor dan dilaporkan Xinhua, mantan Wakil Presiden Kosta Rika yang kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD), Rebeca Grynspan, memperoleh dukungan suara terbanyak. Posisi berikutnya ditempati Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) asal Argentina, Rafael Grossi.

Adapun masa jabatan Sekjen PBB saat ini, Antonio Guterres, akan berakhir pada penghujung 2026. Penggantinya dijadwalkan mulai menjalankan tugas pada 1 Januari 2027.