Ntvnews.id, Eropa - Lebih dari 70 persen warga Uni Eropa menilai demokrasi di negara masing-masing tengah berada dalam tren penurunan, berdasarkan laporan Politico pada Senin yang mengutip hasil survei perusahaan konsultan FGS Global Radar.
Dalam survei tersebut, sebanyak 63 persen responden menyatakan bahwa “masa-masa terbaik sudah lewat,” sementara 77 persen warga Eropa meyakini kehidupan di negara mereka akan menjadi lebih berat bagi generasi mendatang.
Selain itu, 76 persen responden berpendapat bahwa kondisi demokrasi di negara mereka sedang mengalami kemerosotan.
Di hampir seluruh negara yang disurvei kecuali Polandia, Lituania, dan Denmark mayoritas warga menilai arah perjalanan negara mereka keliru.
Baca Juga: Macron: Uni Eropa Tak Perlu Ragu Hadapi Ancaman Tarif Amerika Serikat
Sedikitnya separuh responden juga berpandangan bahwa sistem politik saat ini tidak mampu memenuhi ekspektasi publik dan membutuhkan reformasi yang bersifat mendasar.
Survei tersebut turut menunjukkan bahwa 71 persen responden menilai negara mereka “harus lebih tegas dalam memperjuangkan kepentingan nasional meskipun menimbulkan gesekan dengan negara lain.”
Sementara itu, 57 persen warga Eropa menyatakan dukungan terhadap peningkatan anggaran pertahanan dan keamanan.
Bendera Uni Eropa terlihat di markas besar Komisi Eropa di Brussel, Belgia (23/5/2025). (ANTARA)
Politico menilai temuan ini menjadi sinyal negatif bagi sebagian besar pemerintah Uni Eropa karena mencerminkan rendahnya tingkat kepercayaan publik terhadap sistem politik, serta meluasnya keraguan atas kemampuan pemerintah dalam menjalankan fungsinya secara efektif.
“Jelas terlihat tingkat pesimisme yang sangat tinggi,” kata kepala strategi global FGS Global Radar Craig Oliver, seperti dikutip Politico.
Survei tersebut dilakukan secara daring pada periode 10–23 November 2025 terhadap 11.700 responden dewasa di 23 negara Uni Eropa, dengan jumlah minimal 500 responden di setiap negara.
Margin of error dalam survei ini tercatat sebesar 4,4 poin persentase.
Arsip - Gedung markas Uni Eropa di Brussels, Belgia. (ANTARA)