Ntvnews.id, Davos, Swiss - Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Selasa, 20 Januari 2026, menegaskan bahwa Uni Eropa (UE) “tidak perlu ragu” untuk mengaktifkan mekanisme antikoersi sebagai respons atas ancaman tarif Amerika Serikat (AS) yang dikaitkan dengan isu Greenland.
Pernyataan tersebut disampaikan Macron saat menghadiri pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Ia menilai Eropa harus bersikap lebih realistis dan tegas dalam melindungi kepentingannya di tengah persaingan global yang kian ketat serta melemahnya tata kelola internasional berbasis aturan.
Dalam konteks meningkatnya ketegangan perdagangan, Macron mengkritik Washington atas “akumulasi tarif baru yang tak berkesudahan” dan menilai pendekatan tersebut “pada dasarnya tidak dapat diterima”.
“Terlebih lagi ketika tarif digunakan sebagai alat untuk menekan kedaulatan teritorial,” ujarnya.
Macron juga mendorong adanya komitmen baru terhadap multilateralisme yang efektif. Menurut dia, hukum internasional semakin sering diabaikan dan tata kelola kolektif terus melemah, sehingga menciptakan dunia yang semakin didominasi oleh prinsip bahwa pihak terkuatlah yang berkuasa.
Baca Juga: Trump Ledek Macron dan Ancam Prancis Kena Tarif 25 Persen
Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, 20 Januari 2026. (Xinhua/Lian Yi) (Antara)
Prancis, lanjut Macron, memegang jabatan ketua G7 pada tahun ini. Ia berjanji akan memanfaatkan posisi tersebut untuk mendorong dialog yang jujur sekaligus mencari solusi yang bersifat praktis dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Selain itu, Macron mengingatkan para mitra internasional agar menghindari perang dagang dan eskalasi proteksionisme yang dinilainya tidak akan menguntungkan pihak mana pun.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pada Sabtu, 17 Januari 2026, menyatakan bahwa Amerika Serikat akan memberlakukan tarif sebesar 10 persen terhadap seluruh barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia mulai 1 Februari 2026 terkait isu Greenland.
Baca Juga: Trump Ancam Tarif Hingga 200 Persen Jika Macron Tolak Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza
Trump menambahkan bahwa tarif tersebut akan meningkat menjadi 25 persen pada 1 Juni 2026 dan akan terus dinaikkan hingga tercapai kesepakatan mengenai pembelian Greenland oleh AS. Pernyataan itu disampaikan Trump melalui media sosial.
Greenland, yang merupakan pulau terbesar di dunia, berstatus sebagai wilayah otonom dalam Kerajaan Denmark, dengan Kopenhagen tetap memegang kendali atas urusan pertahanan dan kebijakan luar negeri. Sejak kembali menjabat pada 2025, Trump berulang kali menyatakan ketertarikannya untuk “menguasai” pulau tersebut.
(Sumber: Antara)
Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, 20 Januari 2026. (Xinhua/Lian Yi) (Antara)