Dalam pengumuman yang disampaikan pada Senin, 19 Januari 2026, NORAD menjelaskan bahwa pengerahan tersebut merupakan bagian dari agenda operasional yang telah direncanakan sebelumnya.
Pesawat NORAD akan bergabung dengan sejumlah aset lain yang saat ini beroperasi dari berbagai pangkalan di daratan utama Amerika Serikat dan Kanada. Dalam pernyataannya di platform X, NORAD menegaskan bahwa kegiatan ini dilandasi oleh "kerja sama pertahanan yang berkelanjutan" antara Amerika Serikat, Kanada, dan Kerajaan Denmark.
Baca Juga: AS Kerahkan Banyak Pesawat Militer ke Eropa, Ada Apa?
Terkait pelaksanaan operasi tersebut, NORAD menyampaikan sejumlah poin utama sebagai berikut:
-
Seluruh kegiatan telah dikoordinasikan dengan otoritas Denmark
-
Semua pasukan pendukung beroperasi dengan izin diplomatik yang diperlukan
-
Pemerintah Greenland telah menerima pemberitahuan terkait rencana kegiatan tersebut
NORAD juga menegaskan peran strategisnya dalam menjaga keamanan kawasan Amerika Utara. Komando tersebut menyatakan bahwa NORAD "secara rutin melakukan operasi berkelanjutan dan tersebar dalam pertahanan Amerika Utara" yang mencakup tiga wilayah utama, yakni Alaska, Kanada, dan daratan utama Amerika Serikat.
Baca Juga: Pemerintah Jepang Diwajibkan Bayar Ganti Rugi Rp 418 Miliar akibat Kebisingan Pesawat Militer
Sementara itu, media Kanada pada Minggu, 18 Januari 2026, melaporkan bahwa kontingen Angkatan Udara Kerajaan Kanada (Royal Canadian Air Force) telah ikut serta dalam latihan NORAD di Greenland. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Perdana Menteri Kanada Mark Carney tengah mempertimbangkan pengerahan pasukan tambahan untuk bergabung dalam latihan kedaulatan yang dipimpin Denmark.
Latihan tersebut disebut berpotensi mencakup berbagai skenario, termasuk latihan dengan fokus pada perlindungan infrastruktur kritis di pulau Arktik tersebut, seiring meningkatnya perhatian strategis terhadap kawasan Greenland.