Ponsel Kopilot Ditemukan, Tim SAR Akui Tak Dengar Suara Minta Tolong di Gunung Bulusarung

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Jan 2026, 10:15
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban serta sejumlah bagian pesawat di area operasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban serta sejumlah bagian pesawat di area operasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 (Dokumentasi)

Ntvnews.id, Jakarta - Tim SAR gabungan menemukan ponsel milik Kopilot Farhan Gunawan dalam rangkaian operasi pencarian pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusarung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Penemuan tersebut dilakukan di area tebing dengan kondisi medan yang cukup ekstrem.

Staf Search Mission Coordinator (SMC) Basarnas, Arman, menyampaikan bahwa tim yang berada langsung di lokasi penemuan tidak mendapati adanya tanda-tanda aktivitas manusia, termasuk suara permintaan tolong.

"Tim kami yang turun di lokasi dan yang menemukan barang ini itu tidak ada sama sekali mendengar atau ada permintaan tolong suara dan lain sebagainya," ujar Arman dalam keterangannya, dilansir pada Selasa, 20 Januari 2026.

Dalam proses pencarian, Tim SAR dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing ditempatkan di bagian atas dan bawah tebing untuk memperluas jangkauan penyisiran.

Baca Juga: Adu Jotos Guru dan Siswa di Jambi Berbuntut Panjang, Orang Tua Murid Lapor Dugaan Penganiayaan ke Polda

"Itu tim yang menuruni tebing. Yang nginap di atas kan masih ada 10 orang. Yang menuruni tebing itu ada 10 orang. Memang tidak ada suara atau permintaan bantuan," terangnya.

Arman menjelaskan ponsel Kopilot Farhan yang ditemukan sempat diserahkan kepada pacar korban, sebelum akhirnya diserahkan ke Polda Sulawesi Selatan untuk kepentingan pemeriksaan lanjutan. Terkait informasi aktivitas smartwatch yang dikenakan korban, Arman menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan adanya tanda-tanda kehidupan.

"Kami tidak bisa mengatakan bahwa itu ada tanda-tanda kehidupan. Tapi melihat dari kondisi ini, kalau dilihat secara ada pergerakan. Untuk memastikan bahwa itu hidup atau seperti apa, kami belum bisa," jelasnya.

Ia menambahkan, penyerahan ponsel ke pihak kepolisian dilakukan karena perangkat tersebut terkunci dan tidak dapat diakses di lapangan.

Baca Juga: Purbaya Tanggapi Isu Tukar Jabatan BI-Kemenkeu Antara Juda-Thomas: Saya Dengar Juga Begitu

"Intinya, hp ini kami serahkan (ke Polda) memang kemarin untuk bisa dibuka kuncinya. Karena locknya nggak bisa dimenuhi. makanya kami buatkan surat pernyataan (pacar korban) supaya bisa dibawa ke Makassar untuk bisa dibuka," sambungnya.

Sebelumnya, pihak keluarga menyebut ponsel Kopilot Farhan telah ditemukan sejak hari kejadian. Informasi itu disampaikan oleh Pitri Keandedes Hasibuan (30), yang menceritakan momen awal kabar penemuan di lokasi.

Menurut keterangan keluarga, ponsel tersebut terhubung dengan smartwatch Kopilot Farhan, dengan data aktivitas yang mencatat hingga 13.647 langkah pada rentang waktu pukul 18.00 Wita hingga 22.00 Wita, Minggu (18/1).

x|close