Ntvnews.id, Jakarta - Kepergian Rylan Henry Pribadi akibat kecelakaan olahraga di Jepang menjadi pukulan berat bagi keluarga besar Pribadi. Remaja berusia 17 tahun ini mengembuskan napas terakhirnya pada 7 Januari 2026, meninggalkan duka mendalam sekaligus kisah hidup singkat yang penuh makna.
Rylan bukan hanya dikenal sebagai cucu pengusaha besar Henry Pribadi, tetapi juga sebagai pribadi muda yang mandiri, berprestasi, dan memiliki karakter rendah hati, jauh dari citra kemewahan yang melekat pada latar belakang keluarganya.
Latar Belakang Keluarga
Rylan Henry Pribadi lahir pada 22 Februari 2008. Ia merupakan putra Reza Pribadi dan Jacqueline Anne Pitch Pribadi atau Jacky Pribadi. Dari garis keluarga inilah ia merupakan cucu Henry Pribadi, pendiri Napan Group, kelompok usaha besar yang bergerak di berbagai sektor, termasuk kimia, plastik, properti, otomotif, dan perhotelan.
Baca Juga: Gerakan Rakyat jadi Parpol, Usung Anies Baswedan jadi Presiden
Meski dibesarkan di lingkungan keluarga pengusaha ternama, Rylan dididik dengan nilai kerja keras, disiplin, dan integritas. Nilai-nilai tersebut membentuk kepribadiannya sejak dini hingga tercermin dalam keseharian. Tragisnya, hidupnya harus terhenti di usia muda akibat kecelakaan saat berolahraga di Jepang.
Menjalani Hidup Mandiri di Australia
Pada masa hidupnya, Rylan menempuh pendidikan di Brisbane Grammar School (BGS), Australia, salah satu sekolah menengah independen tertua dan paling bergengsi di Queensland. Sekolah ini dikenal memiliki standar akademik tinggi serta fasilitas olahraga yang lengkap.
Selama bersekolah di luar negeri, Rylan tinggal di asrama dan menjalani kehidupan mandiri, jauh dari kenyamanan rumah keluarganya di Jakarta. Ia dikenal unggul secara akademik sekaligus memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Di lingkungan sekolah, Rylan sering disebut sebagai “Big Brother” karena kebiasaannya membantu teman-teman yang kesulitan belajar dan merangkul siswa yang merasa kesepian.
Ski, Olahraga yang Paling Dicintai
Ski bukan sekadar hobi bagi Rylan, melainkan bagian penting dalam hidupnya. Kecintaannya pada olahraga salju ini disampaikan langsung oleh sang ayah, Reza Pribadi, dalam pidato penghormatan terakhir.
"Rylan adalah pemain ski tingkat lanjut (advanced). Dia belajar ski sejak usia 3 tahun. Ski adalah apa yang dia tonton di YouTube, apa yang dia unggah ulang di TikTok," ujarnya.
Baca Juga: Indonesia Puncaki Daftar 10 Negara Terindah di Dunia Versi Forbes
Rylan bahkan sempat bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Jenewa, Swiss, agar lebih dekat dengan pusat-pusat ski terbaik dunia. Kecelakaan yang merenggut nyawanya terjadi saat ia tengah melakukan aktivitas yang paling ia cintai, sebuah kenyataan yang menjadi penghiburan tersendiri bagi keluarga di tengah duka.
Penggemar Setia Chelsea FC
Selain ski, sepak bola juga menjadi bagian penting dalam hidup Rylan. Ia dikenal sebagai penggemar berat klub Liga Inggris, Chelsea FC. Kecintaan tersebut tampak jelas dalam prosesi pemakamannya.
Dalam video yang diunggah akun @apaajaboleh2012, terlihat sebuah bendera biru besar berlambangkan Chelsea FC dibentangkan di atas peti jenazah sebelum liang lahat ditutup. Sebuah boneka maskot Chelsea juga diletakkan di atas peti sebagai simbol kecintaannya pada klub berjuluk The Blues.
Sang ayah juga mengenang momen “Father-Son Trip” terakhir mereka ke Eropa, yang salah satu agendanya adalah menonton langsung pertandingan Chelsea di London. Kenangan itu kini menjadi bagian dari kisah hidup Rylan yang singkat, namun penuh arti.
Rylan Henry Pribadi (Instagram)