Gerakan Rakyat jadi Parpol, Usung Anies Baswedan jadi Presiden

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Jan 2026, 08:55
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat. Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat. (YouTube)

Ntvnews.id, Jakarta - Organisasi kemasyarakatan (ormas) Gerakan Rakyat deklarasi menjadi partai politik (parpol). Keputusan ini diambil berdasarkan musyawarah dalam Rakernas I Gerakan Rakyat yang berlangsung sejak Sabtu, 17 Januari 2026.

Pimpinan Sidang Rakernas Gerakan Rakyat Muhammad Ridwan mengatakan, keputusan itu lalu disepakati dalam sidang pleno yang berlangsung pada hari kedua Rakernas.

"Setelah bermusyawarah dan akhirnya mencapai kata mufakat dari seluruh peserta Rapat Kerja Nasional pertama Gerakan Rakyat pada sidang pleno pertama untuk menetapkan sebagai berikut," ujar Ridwan, Minggu, 18 Januari 2026.

"Perkumpulan Gerakan Rakyat mendirikan sebuah partai politik dengan nama Partai Gerakan Rakyat. Setuju?" imbuhnya.

"Setuju," jawab peserta Rakernas kompak.

Ridwan menuturkan, Gerakan Rakyat percaya perjuangan mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat membutuhkan langkah politik yang terorganisasi dan berkelanjutan. Lebih lanjut, Rakernas turut menetapkan Sahrin Hamid sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat periode 2026–2031, serta memintanya membentuk struktur organisasi partai di seluruh wilayah Indonesia.

"Dengan demikian sah Bung Sahrin Hamid sebagai Ketua Partai Politik Gerakan Rakyat," kata Ridwan.

Selain itu, yang paling penting, Partai Gerakan Rakyat berharap agar Anies Rasyid Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia di masa mendatang. Ini dinyatakan Sahrin, saat menyampaikan pidato perdananya.

"Satu hal kita menginginkan Indonesia lebih adil dan makmur dan yang kedua kita menginginkan bahwa pemimpin nasional kita nanti insyaallah adalah Anies Rasyid Baswedan," ujar Sahrin.

Ia pun memastikan, deklarasi Partai Gerakan Rakyat adalah bagian dari ikhtiar menghadirkan alat perjuangan politik yang berpihak pada kepentingan rakyat. Menurut Sahrin, Partai Gerakan Rakyat lahir dari semangat kolektif para anggota yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dengan satu tekad yang sama.

"Ini tentunya adalah hari yang sangat bersejarah buat kita. Sebuah hari di mana kerinduan terhadap sebuah kekuatan politik alternatif, sebuah kekuatan partai politik alternatif, sebuah alat perjuangan alternatif yang lahir dari orang-orang kecil, yang lahir dari orang-orang biasa," papar Sahrin.

"Saudara-saudara semua hadir di sini dengan satu semangat, satu tekad yang bulat bahwa kita ingin hadir alat perjuangan yang betul-betul berpihak pada kepentingan dan kehendak rakyat," imbuhnya.

Sahrin mengatakan keputusan mendirikan partai politik adalah langkah besar yang diambil Gerakan Rakyat setelah melalui proses panjang sejak 2023.

"Kita mengawali dari 2023, kemudian 2024, 2025 kita mendeklarasikan Gerakan Rakyat sebagai organisasi kemasyarakatan dan di awal 2026 kita mencatatkan bahwa persaudaraan atau perkumpulan Gerakan Rakyat ini melalui rapat kerja nasional telah menetapkan berdirinya partai politik dan partai itu adalah Partai Gerakan Rakyat," tandasnya.

x|close