DPR Bakal Rapat bareng Bahlil soal Cadangan BBM RI 20 Hari

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mar 2026, 23:30
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Komisi XII DPR RI segera menggelar rapat bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia guna membahas ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dampak perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Rapat dilaksanakan DPR sudah memasuki masa sidang.

"Iya, kebetulan memang sekarang kan masa reses sehingga para anggota masih di dapil masing-masing, tapi nanti setelah dimulai masa persidangan pasti akan segera diagendakan ya (rapat) untuk terkait membahas masalah ketahanan BBM ini," ujar Wakil Ketua Komisi XII DPR Putri Zulhas, Gedung DPR, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.

Ia menilai , isu mengenai ketahanan energi penting untuk dibahas. Apalagi, kata Putri ketegangan geopolitik memanas dan berpotensi memengaruhi pasokan energi.

Menurutnya pemerintah juga telah menyiapkan langkah antisipasi untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Salah satunya yaitu memperbesar kapasitas atau storage penyimpanan BBM.

"Iya, kemarin kita juga sudah menyaksikan ya, Pak Menteri juga sudah menyampaikan bahwa arahan langsung dari Bapak Presiden itu storage kita nanti akan diperbesar. Memang sekarang storage kita itu hanya cukup untuk 21 sampai dengan 25 hari gitu," papar Putri.

Rencananya, kata Putri, pembangunan fasilitas penyimpanan BBM yang lebih besar, saat ini sedang dijajaki oleh pemerintah. Salah satunya akan berlokasi di wilayah Sumatra.

"Jadi nanti ke depannya akan dibangun storage yang lebih besar, kemungkinan di Provinsi Sumatera sedang dijajaki dulu," jelas dia.

Ia memandang, momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Dia berharap Indonesia bisa memiliki cadangan energi yang memadai.

"Ya ini saya rasa juga momentum yang tepat, memang ketahanan energi, swasembada energi itu menjadi sesuatu yang sangat penting gitu, agar kita bisa memiliki kecukupan energi di Indonesia," kata dia.

"Kalau kita mengacu yang aturan internasional itu kan memang 60 hari gitu. Nanti harapannya ke depan mudah-mudahan Indonesia bisa seperti itu," sambungnya.

x|close