Ntvnews.id, Somalia - Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud menyerukan agar para pejabat di Somaliland bersedia membuka dialog dengan pemerintah federal Somalia. Ia menegaskan kesiapan untuk mencari berbagai bentuk kompromi, kecuali terkait persoalan “persatuan negara."
Dilansir dari Reuters
Mohamud juga menegaskan bahwa langkah Israel yang mengumumkan pengakuan terhadap Somaliland telah ditolak, baik di tingkat internasional maupun di dalam negeri. Ia kembali menekankan bahwa persatuan Somalia merupakan prinsip yang tidak dapat dinegosiasikan.
Baca Juga: Indonesia Tegaskan Dukungan Kedaulatan Somalia, Tolak Pengakuan Israel atas Somaliland
Dalam agenda kunjungannya, Mohamud mendatangi Las Anod, ibu kota administratif wilayah Sool, untuk menghadiri pelantikan presiden negara bagian timur laut yang baru dibentuk. Entitas tersebut secara resmi menjadi negara bagian federal keenam Somalia pada Agustus lalu.
Kantor Kepresidenan Somalia menyebut kunjungan Mohamud sebagai simbol penguatan persatuan nasional, sekaligus bagian dari upaya pemerintah federal untuk menegakkan keutuhan wilayah dan persatuan bangsa Somalia.
Baca Juga: Presiden Somalia Nilai Pengakuan Israel atas Somaliland Aneh dan Berbahaya
Sebelumnya, pada 26 Desember, Israel mengumumkan pengakuan resmi terhadap Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat, menjadikannya satu-satunya negara yang mengambil langkah tersebut. Keputusan itu memicu kecaman luas dari berbagai pihak di kawasan maupun komunitas internasional.
Pemerintah Somalia kembali menegaskan komitmen yang tegas dan tidak dapat ditawar terhadap kedaulatan, persatuan nasional, serta keutuhan wilayah negara, sembari menolak langkah Israel tersebut.
Somaliland sendiri telah berfungsi sebagai entitas yang mengatur diri secara de facto sejak menyatakan kemerdekaan dari Somalia pada 1991. Namun hingga kini, wilayah tersebut belum memperoleh pengakuan internasional sebagai negara berdaulat.
Ilustrasi bendera Somalia. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu) (Antara)