Indonesia Kecam Keras Kunjungan Pejabat Israel ke Somaliland

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jan 2026, 14:22
thumbnail-author
Satria Angkasa
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Gedung Pancasila di kompleks Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta. ANTARA/Nabil Ihsan/am. Ilustrasi - Gedung Pancasila di kompleks Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta. ANTARA/Nabil Ihsan/am. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Indonesia bersama puluhan negara Arab dan Islam menyampaikan kecaman tegas atas kunjungan pejabat Zionis Israel ke wilayah Somaliland, yang secara sepihak telah diakui Israel sebagai negara berdaulat.

Sikap tersebut tertuang dalam pernyataan bersama para menteri luar negeri lintas kawasan yang mencakup Indonesia, 21 negara lainnya, serta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

"Para menteri luar negeri menyampaikan kecaman keras terhadap kunjungan ilegal pejabat Israel ke wilayah 'Somaliland' di Republik Federal Somalia pada 6 Januari 2026," demikian bunyi pernyataan bersama yang dikutip dari Saudi Press Agency, Jumat, 9 Januari 2026.

Indonesia bersama negara-negara mitra juga mengacu pada pernyataan bersama sebelumnya yang diterbitkan pada 27 Desember 2025, yang menegaskan penolakan terhadap pengakuan Israel atas kedaulatan Somaliland, wilayah yang merupakan bagian dari negara Somalia.

Dalam pernyataan tersebut, para menteri luar negeri menilai kunjungan pejabat Israel itu sebagai tindakan yang melanggar kedaulatan dan keutuhan wilayah Somalia, sekaligus bertentangan dengan norma internasional serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca Juga: Presiden Somalia Nilai Pengakuan Israel atas Somaliland Aneh dan Berbahaya

Mereka kembali menegaskan dukungan penuh terhadap kedaulatan, persatuan, dan keutuhan wilayah Somalia, seraya memperingatkan bahwa upaya mendorong separatisme hanya akan memperburuk ketegangan di kawasan yang tengah dilanda instabilitas.

Indonesia bersama para mitranya menekankan pentingnya penghormatan terhadap prinsip-prinsip hukum internasional, non-intervensi dalam urusan dalam negeri negara berdaulat, serta kepatuhan pada norma-norma diplomatik demi menjaga stabilitas regional dan global.

Pernyataan bersama itu juga memuat apresiasi terhadap komitmen pemerintah pusat Somalia dalam menjalin interaksi internasional secara damai, menjalankan diplomasi konstruktif, serta mematuhi hukum internasional.

Selain itu, para menteri luar negeri menyatakan komitmen untuk mendukung langkah-langkah diplomatik dan hukum yang ditempuh Somalia guna melindungi kedaulatan, integritas wilayah, dan stabilitas nasional sesuai dengan ketentuan hukum internasional.

Baca Juga: PBB: Kekeringan Ancam Kehidupan 4,6 Juta Warga Somalia

Indonesia dan negara-negara mitra turut mendesak Israel agar menghormati kedaulatan, persatuan, dan keutuhan wilayah Somalia, serta menjalankan kewajiban hukumnya berdasarkan hukum internasional.

Israel juga diminta untuk segera menarik kembali pengakuannya terhadap kedaulatan Somaliland, sebagaimana ditegaskan dalam pernyataan bersama tersebut.

Sebelumnya, pada 26 Desember 2025, Israel secara mengejutkan menjadi negara pertama di dunia yang memberikan pengakuan terhadap Somaliland, wilayah separatis Somalia, sebagai negara berdaulat.

Somaliland, yang hingga bulan lalu belum mendapatkan pengakuan resmi dari negara mana pun sejak mendeklarasikan kemerdekaannya dari Somalia pada 1991, selama ini beroperasi sebagai entitas administratif, politik, dan keamanan yang secara de facto bersifat independen.

Namun demikian, Pemerintah Somalia tetap menolak mengakui Somaliland sebagai negara merdeka dan memandang wilayah tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kedaulatannya. Somalia juga menilai setiap bentuk kesepakatan atau keterlibatan langsung dengan Somaliland sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan persatuan nasionalnya. 

(Sumber: Antara)

x|close