Ntvnews.id, Jakarta - Taman Ismail Marzuki (TIM) menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jakarta selama libur Natal, Tahun Baru, dan libur sekolah. Kawasan seni dan budaya yang dikelola PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro ini sukses menarik 67.198 pengunjung sepanjang periode 22 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.
Lonjakan kunjungan tersebut menegaskan peran TIM bukan hanya sebagai pusat seni pertunjukan, tetapi juga sebagai ruang publik strategis yang menghadirkan pengalaman budaya, pendidikan, dan interaksi sosial bagi warga Jakarta maupun wisatawan dari daerah sekitar.
Salah satu magnet terbesar di kawasan TIM adalah Teater Bintang Planetarium Jakarta. Selama masa liburan akhir tahun, fasilitas wisata edukasi sains ini mencatat lebih dari 5.500 pengunjung, dengan tiket pertunjukan yang hampir selalu habis terjual, baik melalui pembelian daring maupun langsung di lokasi.
Antusiasme tersebut mencerminkan meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap wisata edukasi berbasis sains dan teknologi, khususnya di kalangan keluarga dan pelajar yang mengutamakan pengalaman belajar interaktif.
Untuk memastikan akses yang adil dan merata, Jakpro menerapkan sistem pembelian tiket resmi melalui Loket.com dan loket langsung di kawasan TIM, dengan skema kuota 50 persen online dan 50 persen on the spot di setiap sesi, sesuai arahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Iwan Takwin menilai lonjakan kunjungan ini sebagai sinyal kuat perubahan preferensi wisata masyarakat perkotaan.
"Lonjakan angka kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa ruang-ruang edukasi sains, seni, dan budaya masih menjadi magnet utama bagi warga Jakarta maupun wisatawan domestik dari wilayah sekitar. Keberhasilan ini mempertegas posisi Taman Ismail Marzuki sebagai ruang publik strategis dalam mendukung transformasi Jakarta menuju kota global berbasis budaya dan pengetahuan,” ujar Iwan dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu, 7 Januari 2026.
Baca Juga: Pramono Sebut Tiket Planetarium Bisa Dibeli Offline dan Online
Dirut PT Jakpro Iwan Takwin (tengah) (NTVNews.id/ Adiansyah)
Baca Juga: Pramono Tegas Bantah Isu Calo Tiket Planetarium, Dirut Jakpro Diminta Tanggung Jawab
Menurut Iwan, capaian lebih dari 5.500 pengunjung Planetarium Jakarta bukan sekadar angka, melainkan indikator kuat bahwa wisata edukatif memiliki daya tarik besar dalam mendorong pariwisata Jakarta yang berkualitas dan berkelanjutan.
Sebagai kota global, Jakarta dituntut menghadirkan fasilitas publik yang modern sekaligus inspiratif. Kini, Planetarium Jakarta di TIM hadir dengan teknologi proyeksi langit terbaru yang menawarkan pengalaman edukatif berstandar internasional, sejajar dengan planetarium di kota-kota besar dunia.
Pembaruan mencakup visualisasi astronomi digital, simulasi tata surya berbasis data sains terkini, serta penguatan fungsi edukasi bagi pelajar, mahasiswa, komunitas sains, dan masyarakat umum. Ke depan, Planetarium Jakarta juga direncanakan dilengkapi AI Virtual Host, pemandu digital berbasis kecerdasan buatan yang menyajikan informasi astronomi dan sejarah Planetarium secara interaktif.
Menariknya, AI Virtual Host ini akan menggunakan representasi figur Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta sebagai simbol dukungan pemerintah terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
Tak hanya Planetarium, kawasan TIM selama libur akhir tahun juga diramaikan berbagai aktivitas, mulai dari konser musik, pameran seni, konferensi, event komunitas, hingga program budaya lintas disiplin. Ragam kegiatan ini menjadikan TIM sebagai ruang publik yang dinamis, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat urban.
Penguatan ekosistem TIM turut ditandai dengan dibukanya Paviliun Raden Saleh – ARTOTEL Curated, hotel berkonsep seni dan budaya hasil kolaborasi Jakpro dengan Artotel Group. Mengusung tema “Cultural Symphony, Artistic Hospitality” dan dirancang arsitek ternama Andra Matin, hotel dengan 139 kamar ini diharapkan menjadi pilihan strategis bagi seniman, budayawan, dan pekerja kreatif yang berkegiatan di TIM.
Iwan menegaskan, kolaborasi lintas sektor ini memperkuat posisi Taman Ismail Marzuki sebagai pusat seni dan budaya bertaraf nasional hingga internasional.
Gedung parkir TIM (Instagram @tim.cikini)