Begini Paniknya Warga Inggris Usai Imbauan Stok Kebutuhan Hadapi Perang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Okt 2026, 08:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera Inggris terlihat dengan latar belakang Big Ben. ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi - Bendera Inggris terlihat dengan latar belakang Big Ben. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, London - Sejumlah peritel di Inggris mencatat peningkatan tajam penjualan barang kebutuhan pokok setelah pemerintah mengimbau masyarakat menyiapkan persediaan untuk menghadapi situasi darurat. Imbauan tersebut mencakup antisipasi terhadap serangan siber, cuaca ekstrem, hingga ancaman terorisme.

Berdasarkan data yang dihimpun program BBC Newsnight, dikutip, Rabu, 28 Oktober 2026, jaringan supermarket Iceland melaporkan kenaikan penjualan makanan kaleng sebesar 40 persen selama akhir pekan. Pihak perusahaan menilai peningkatan tersebut menunjukkan masyarakat mulai merespons imbauan pemerintah.

Lonjakan transaksi terjadi setelah Menteri Pertahanan Inggris, Wes Streeting, meminta warga menyimpan sejumlah kebutuhan dasar di rumah sebagai langkah persiapan menghadapi kemungkinan keadaan darurat.

Baca Juga: Trump Tuduh Pemilu Brasil Penuh Kecurangan

Peningkatan juga terjadi pada produk elektronik dan perlengkapan darurat. Peritel Robert Dyas melaporkan penjualan radio naik 160 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Sementara itu, Maplin mencatat penjualan radio meningkat 92 persen, senter melonjak 284 persen, dan power bank bertambah 106 persen.

Penjualan senter dan radio meningkat tajam

Direktur Pelaksana Maplin, Ollie Marshall, mengatakan lonjakan permintaan mulai terlihat hanya beberapa jam setelah pemerintah mengumumkan kampanye kesiapsiagaan bertajuk Be Ready.

"Dalam hitungan jam setelah pengumuman kampanye Be Ready, kami melihat masyarakat langsung mencari kebutuhan dasar seperti senter, radio putar, dan power bank. Penjualan senter hampir meningkat empat kali lipat, sementara penjualan radio hampir dua kali lipat hanya dalam tiga hari," kata Marshall.

"Ini merupakan produk yang sederhana dan terjangkau yang membantu rumah tangga tetap terhubung dan memperoleh informasi ketika aliran listrik terputus. Kami senang melihat masyarakat menanggapi imbauan tersebut dengan serius," tambahnya.

Pada 22 Oktober, Streeting mengingatkan masyarakat agar menyediakan tiga liter air per orang setiap hari, makanan kaleng, makanan bayi, senter bertenaga baterai, serta perangkat pengisi daya ponsel portabel.

Sejumlah barang yang direkomendasikan tersebut kemudian masuk dalam daftar produk yang mengalami peningkatan penjualan signifikan berdasarkan pemantauan BBC Newsnight.

Menanggapi fenomena tersebut, Streeting menyatakan bahwa kesiapan masyarakat menghadapi keadaan darurat merupakan bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan nasional.

"Menggembirakan melihat masyarakat mengambil langkah-langkah praktis untuk bersiap. Menyimpan beberapa kebutuhan sehari-hari di rumah, mulai dari makanan kaleng hingga senter, membantu rumah tangga bersiap menghadapi gangguan, baik itu banjir, pemadaman listrik, maupun pipa air yang pecah. Kita semua dapat berperan dalam membuat Britania Raya lebih tangguh."

Juru bicara supermarket Iceland juga mengakui adanya perubahan perilaku konsumen setelah pemerintah menyampaikan imbauan tersebut.

"Jelas bahwa konsumen mendengarkan pesan pemerintah. Kami melihat penjualan produk makanan kaleng meningkat 40% selama akhir pekan, sementara penjualan air kemasan juga kuat. Persediaan kami untuk produk-produk tersebut tetap memadai."

Sejumlah peritel independen turut merasakan dampak serupa. Josh Pringle, pemilik toko daring Sgt Prepper's, mengungkapkan bahwa penjualannya meningkat hingga sepuluh kali lipat setelah kampanye pemerintah diumumkan.

"Pada Rabu kami masih merupakan usaha kecil. Kemudian pemerintah meluncurkan kampanye Be Ready dan kami tidak percaya dengan apa yang kami lihat, pesanan datang bertubi-tubi. Sebagian besar pesanan adalah radio putar tangan," katanya.

Sementara itu, pendiri Preppers Shop UK, Lincoln Miles, menyebut penjualannya melonjak 650 persen setelah pengumuman pemerintah.

"Saat ini, semua yang berkaitan dengan kehidupan mandiri di luar jaringan listrik tampaknya menjadi barang yang paling banyak dicari orang," ujarnya.

Pemerintah Inggris ingatkan ancaman keadaan darurat

Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband. <b>(Antara)</b> Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband. (Antara)

Streeting sebelumnya meminta masyarakat dan pelaku usaha lebih memperhatikan kesiapan menghadapi berbagai risiko, mulai dari bencana alam, serangan siber, hingga terorisme yang didukung negara.

Ia menilai masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman yang berkembang dan menyusun rencana untuk mengantisipasi dampaknya. Pemerintah Inggris juga berencana menggelar "percakapan nasional tentang ketahanan" guna meningkatkan kesadaran publik.

Program tersebut akan mencakup panduan bagi rumah tangga untuk menyimpan persediaan makanan, air minum, dan perlengkapan pertolongan pertama.

Streeting juga memperingatkan bahwa insiden serangan siber, termasuk eksploitasi celah keamanan pada bahasa pemrograman yang digunakan banyak layanan internet, akan terjadi "semakin sering".

Dalam program Question Time di BBC One, ia menyebut Inggris menghadapi tingkat ancaman terhadap negara yang "lebih besar dibandingkan hampir sepanjang hidup saya, jika bukan seluruhnya".

Saat menghadiri acara di UK Gun Hall Plant, Telford, pada Kamis, Streeting juga menyinggung berbagai risiko yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat. Risiko tersebut mencakup kebakaran hutan pada musim panas, potensi banjir pada musim dingin, serangan siber terhadap perusahaan, serta gangguan rantai pasokan akibat tindakan negara yang bermusuhan atau kelompok teroris.

Warga diminta menyiapkan persediaan untuk tiga hari

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham juga mengimbau masyarakat agar menyediakan makanan kaleng dan air minum di rumah untuk mengantisipasi keadaan darurat.

Di tengah badai yang melanda Inggris dan gangguan layanan daring akibat ditemukannya celah keamanan besar, Burnham mengatakan bahwa "peristiwa tak terduga tampaknya kian sering terjadi".

Pemerintah Inggris merekomendasikan setiap rumah tangga memiliki persediaan makanan dan air minum yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama tiga hari. Langkah tersebut ditujukan untuk menghadapi berbagai kemungkinan krisis, termasuk perang, serangan siber, dan bencana alam.

Burnham menegaskan bahwa imbauan itu bukan dimaksudkan untuk menimbulkan kepanikan, melainkan mendorong masyarakat mengambil langkah antisipasi yang masuk akal.

"Ini bukan soal panik. Ini tentang mengambil langkah yang masuk akal untuk memastikan Anda memiliki cukup persediaan di rumah jika menghadapi situasi sulit."

Bulan sebelumnya, National Audit Office (NAO) memperingatkan bahwa rantai pasokan pangan Inggris menghadapi risiko akibat meningkatnya ancaman serangan siber dan krisis iklim. Lembaga tersebut menilai Departemen Lingkungan, Pangan, dan Urusan Pedesaan Inggris (Defra) belum melakukan upaya yang cukup untuk memperkuat ketahanan rantai pasokan dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala eksekutif Cold Chain Federation, organisasi yang mewakili perusahaan pengangkut produk pangan bersuhu terkendali, juga mengatakan kepada BBC bahwa Inggris menjadi sasaran peretas siber dari Rusia yang "mengetahui titik-titik rentan dalam sistem pasokan pangan".

Menanggapi anggapan bahwa pemerintah belum mempersiapkan negara secara memadai, Burnham membantah kritik tersebut saat berbicara dalam konferensi ketahanan terhadap kebakaran hutan di Liverpool.

"Tidak. Kami mengajak masyarakat untuk lebih siap karena kita hidup di dunia di mana peristiwa tak terduga tampaknya semakin sering terjadi," katanya.

"Jelas ada kejadian cuaca ekstrem, dan hari ini Inggris sedang menghadapi badai. Kami turut prihatin terhadap warga yang saat ini kehilangan aliran listrik di Cornwall.

"Intinya adalah memiliki persediaan di rumah yang dapat membantu Anda melewati masa-masa seperti itu. Karena itulah kami mengajak masyarakat berbicara tentang pentingnya ketahanan."

Daftar kebutuhan darurat yang direkomendasikan

Pemerintah Inggris menyarankan masyarakat menyiapkan sejumlah barang penting untuk memenuhi kebutuhan selama tiga hari apabila terjadi gangguan besar.

Daftar tersebut mencakup:

  • Air minum sebanyak sembilan liter per orang.

  • Makanan tahan lama, seperti daging dan sayuran kaleng serta buah kering.

  • Radio FM yang menggunakan baterai atau dapat dioperasikan secara manual.

  • Senter dan power bank yang telah terisi penuh.

  • Perlengkapan pertolongan pertama, pembersih tangan, tisu basah, dan perlengkapan mandi.

  • Makanan hewan peliharaan serta kebutuhan bayi.

  • Selimut dan uang tunai untuk mengantisipasi gangguan sistem pembayaran.

  • Salinan dokumen penting.

Pemerintah juga menyebut BBC akan memprioritaskan penyiaran berita serta informasi kesehatan dan keselamatan jika terjadi krisis nasional. Apabila listrik padam dalam skala besar, radio FM dapat menjadi salah satu sarana untuk memperoleh informasi terbaru.

Melalui kampanye Be Ready, pemerintah Inggris mendorong masyarakat mempersiapkan kebutuhan dasar sebelum keadaan darurat terjadi, sehingga rumah tangga tetap dapat memenuhi kebutuhan dan memperoleh informasi ketika layanan publik terganggu.

x|close