Ntvnews.id, London - Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengecam rencana Amerika Serikat (AS) menyiarkan secara langsung eksekusi mati Nidal Hasan, mantan tentara yang menjadi terpidana penembakan massal di pangkalan militer Fort Hood. Burnham menilai rencana tersebut menjijikkan.
Dilansir dari AFP, Senin, 12 Oktober 2026, seorang pejabat Pentagon menyebut eksekusi Hasan menggunakan regu tembak akan disiarkan secara langsung. Namun, Presiden AS Donald Trump menyatakan belum ada keputusan final mengenai pelaksanaan siaran tersebut.
Menanggapi kemungkinan eksekusi yang disaksikan publik, Burnham menyampaikan penolakannya dalam siniar The Rest is Politics yang dijadwalkan tayang pada Senin, 12 Oktober 2026.
"Saya tidak akan pernah mendukung hal itu." jelasnya.
"Itu adalah sesuatu yang tidak ingin saya lihat terjadi di mana pun di dunia ini," ujarnya.
Burnham juga menilai rencana tersebut tidak dapat diterima dari berbagai sisi.
"Menurut saya, hal itu sangat menjijikkan dalam banyak hal," tambahnya.
Baca Juga: Yerusalem Ditutup, Inggris Usir 27 Diplomat Israel
Sementara itu, Trump mengatakan pemerintah AS masih mempertimbangkan apakah pelaksanaan hukuman mati terhadap Hasan akan disiarkan secara terbuka. Meski belum ada keputusan terkait siaran tersebut, Trump menyatakan dukungannya terhadap penggunaan regu tembak sebagai metode eksekusi.
"Mereka sedang mengambil keputusan mengenai hal itu, tetapi dia akan dihukum mati," kata Trump terkait rencana menyiarkan secara langsung eksekusi Nidal Hasan dengan regu tembak yang dijadwalkan pada 3 Desember.
Trump juga menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan metode yang digunakan untuk mengeksekusi Hasan.
"Saya sebenarnya tidak peduli bagaimana caranya dia mati, asalkan dia mati," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan eksekusi Hasan akan dilaksanakan di hadapan publik. Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat, 9 Oktober 2026, sebagaimana dilaporkan AFP.
Hasan merupakan mantan psikiater Angkatan Darat AS yang melakukan penembakan massal di pangkalan militer Fort Hood pada 2009. Insiden tersebut menewaskan 13 orang.
Eksekusi Hasan akan menjadi pelaksanaan hukuman mati pertama oleh militer AS sejak 1961. Selain itu, eksekusi tersebut juga akan menjadi yang pertama menggunakan regu tembak sejak Perang Dunia II.
Andy Burnham (Istimewa)