Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) Retno Pinasti menyebut lima jurnalis yang hilang ketika meliput di kawasan Anak Krakatau sebagai pejuang informasi dan berita di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
"Ini saya rasa adalah bentuk dedikasi paripurna bagi jurnalisme Indonesia, jurnalisme publik di era AI," kata Retno dalam acara "Doa Bersama dan Solidaritas untuk 5 Jurnalis" yang digelar di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin.
Retno menjelaskan bahwa perkembangan teknologi saat ini memungkinkan gambar atau visual tertentu direkayasa menggunakan AI.
Menurut dia, kemajuan teknologi tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan informasi palsu atau hoaks.
Kelima jurnalis yang hilang, kata Retno, justru berupaya menghadirkan karya jurnalistik berbasis visual yang menyajikan fakta dari peristiwa yang mereka liput.
Baca Juga: Dewan Pers Gelar Doa Bersama dan Solidaritas untuk 5 Jurnalis: Keluarga Ikhlas
"Kelima teman kita memilih untuk berjuang bahkan mempertaruhkan keselamatannya untuk mendapatkan fakta dan bukti dari sebuah peristiwa, dari sebuah bencana untuk disampaikan kepada publik," kata dia.
Atas dedikasi tersebut, Retno menyampaikan penghormatan kepada lima jurnalis yang hingga kini masih dalam pencarian.
"Simpati kami untuk seluruh keluarga juga, untuk kelima teman dan juga tiga awak kapal yang masih belum pulang dalam bertugas. Semoga seluruh keluarga dan kita semua komunitas jurnalis Indonesia mendapatkan kekuatan. Terima kasih," ucap dia.
Sementara itu, operasi pencarian dan pertolongan atau SAR terhadap rombongan jurnalis bersama kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda telah resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari.
Penghentian operasi SAR gabungan tersebut diumumkan Gubernur Banten Andra Soni dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis, 17 September 2026 sore.
Dalam keterangannya, Andra menyebut tim SAR gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal selama proses pencarian di seluruh sektor penyisiran.
Baca Juga: Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Orang Dihentikan, Hasilnya Nihil
Meski operasi resmi dihentikan, pemerintah daerah bersama Basarnas menyatakan pencarian dan evakuasi dapat kembali dilakukan sewaktu-waktu apabila terdapat petunjuk baru atau informasi yang telah terkonfirmasi dari masyarakat.
Andra juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel SAR gabungan serta insan pers yang terus mengawal pemberitaan dan proses operasi kemanusiaan tersebut.
Sebanyak delapan orang tercatat dalam daftar pencarian. Lima di antaranya merupakan jurnalis, yaitu M Bagus Khoirunas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.
Tiga orang lainnya adalah Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai ABK, serta Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu. Kedelapan orang tersebut dilaporkan hilang kontak pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.
(Sumber: Antara)
Ketua Forum Pemred Redno Pinasti saat mengucapkan sepatah kata dalam acara (Antara)