Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Orang Dihentikan, Hasilnya Nihil

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Sep 2026, 20:48
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Para jurnalis yang hilang saat hendak liputan erupsi Gunung Anak Krakatau. Para jurnalis yang hilang saat hendak liputan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Ntvnews.id, Jakarta - Operasi pencarian terhadap lima jurnalis, dua ABK, dan satu guide hilang di Gunung Anak Krakatau pada perairan Selat Sunda, resmi dihentikan. Penghentian itu dilakukan karena tim SAR gabungan tak menemukan tanda-tanda keberadaan kapal Arupadhatu I, yang ditumpangi rombongan.

"Tadi disampaikan bahwa sejak pelaksanaan hari pertama operasi gabungan pencarian dan pertolongan sampai dengan hari ke-10, setelah perpanjangan tiga hari, secara umum tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang atau awak yang berada di kapal tersebut," ujar Gubernur Banten Andra Soni, dalam konferensi pers, Kamis, 17 September 2026 petang.

Ia menuturkan, selama proses pencarian, tim SAR menemukan 13 objek, seperti life jacket, terpal, helm, hingga galon. Tapi, objek-objek tersebut tak mengarah pada kapal Arupadhatu I.

"Bahwa kemudian ada beberapa temuan material atau objek dicatat ada 13 objek yang ditemukan selama operasi, dan itu sudah dikonfirmasi oleh Polairud. Setelah dicek dan diteliti, dinyatakan bahwa saat ini temuan tersebut tidak terhubung dengan Arupadhatu I," tuturnya.

Andra menjelaskan, proses pencarian memang dinyatakan dihentikan. Tapi, kata dia, pencarian terhadap lima jurnalis yang dinyatakan hilang saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau, akan dilakukan dengan pemantauan.

"Dan kemudian telah perpanjangan pihak Basarnas tadi menyampaikan bahwa karena sudah dinilai tidak efektif dalam pelaksanaannya, dalam pencarian dan pertolongan ini, maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan dan pertolongan ini oleh pihak yang berkepentingan atau pihak yang memiliki kewenangan dinyatakan dihentikan," jelasnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan. Apabila ada informasi terkait tanda-tanda keberadaan kapal Arupadhatu I, pencarian akan kembali dilanjutkan.

"Operasi SAR ini tidak berhenti sampai di sini, setelah pencarian ini kita hentikan, kita lakukan dengan pemapelan melalui srop vts, termasuk lanal, termasuk dari Polairud yang melakukan patroli, yang melakukan pencarian, termasuk aktivitas kapal yang melintas di Selat Sunda yang akan menjadi ujung tombak apabila menemukan informasi lebih lanjut," ujarnya.

"Dan apabila itu ada tanda-tanda, operasi SAR akan dinyatakan dibuka kembali," sambung dia.

x|close