Ntvnews.id, Jakarta - Kolesterol tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering tidak disadari. Pasalnya, kondisi ini umumnya tidak menimbulkan gejala khusus sehingga seseorang bisa saja memiliki kadar kolesterol yang tinggi tanpa merasakan keluhan apa pun.
Padahal, jika dibiarkan dalam jangka panjang, kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Lantas, apakah kolesterol tinggi bisa terjadi tanpa gejala? Ya. Satu-satunya cara untuk mengetahui kadar kolesterol secara pasti adalah melalui pemeriksaan darah.
Mengapa Kolesterol Tinggi Berbahaya?
Kolesterol merupakan zat berlemak yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel dan memproduksi hormon. Sebagian besar kolesterol diproduksi oleh hati, sementara sisanya diperoleh dari makanan.
Baca Juga: Makan Pisang Sebelum Tidur Bisa Bantu Tingkatkan Kualitas Istirahat
Masalah muncul ketika kadar kolesterol tertentu, terutama low-density lipoprotein (LDL), terlalu tinggi.
Menurut American Heart Association (AHA), LDL sering disebut sebagai kolesterol jahat karena dapat menumpuk di dinding pembuluh darah dan membentuk plak.
Penumpukan plak tersebut dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah atau aterosklerosis. Jika aliran darah menuju jantung atau otak terganggu, risiko serangan jantung dan stroke pun meningkat.
Apa Perbedaan Kolesterol LDL dan HDL?
Dalam pemeriksaan kolesterol, terdapat beberapa komponen yang perlu diperhatikan.
Berikut penjelasannya:
1. LDL (Low-Density Lipoprotein)
LDL dikenal sebagai kolesterol jahat karena kadar yang terlalu tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah.
2. HDL (High-Density Lipoprotein)
HDL sering disebut kolesterol baik karena membantu membawa sebagian kolesterol dari aliran darah kembali ke hati untuk diproses.
3. Trigliserida
Trigliserida merupakan jenis lemak yang berfungsi menyimpan kelebihan energi dari makanan. Kadar trigliserida yang tinggi, terutama jika disertai LDL tinggi atau HDL rendah, berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.
Baca Juga: Cara Menjaga Kesehatan Jantung agar Tetap Sehat, Ini 8 Langkah yang Bisa Dilakukan
Bagaimana Cara Mengetahui Kolesterol Tinggi?
Karena umumnya tidak menimbulkan gejala, kolesterol tinggi perlu diketahui melalui pemeriksaan profil lipid.
Pemeriksaan ini biasanya mengukur:
-Kolesterol total
-LDL
-HDL
-Trigliserida
Hasil pemeriksaan akan membantu dokter menilai kondisi lemak dalam darah dan risiko penyakit kardiovaskular seseorang.
Perlu diketahui bahwa tidak ada satu angka kolesterol yang ideal untuk semua orang. Target kadar LDL dapat berbeda bergantung pada usia, riwayat penyakit, diabetes, tekanan darah, dan faktor risiko lainnya.
Karena itu, hasil pemeriksaan sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter agar dapat ditafsirkan sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
Baca Juga: Berapa Jam Tidur yang Ideal untuk Orang Dewasa? Ini Penjelasannya
Bagaimana Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi?
Ada beberapa perubahan gaya hidup yang dapat membantu mengendalikan kadar kolesterol.
Pertama, kurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans. Ganti sebagian sumber lemak tersebut dengan lemak tak jenuh yang lebih baik bagi kesehatan jantung.
Kedua, perbanyak konsumsi sayuran, buah, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan sumber serat lainnya.
Baca Juga: 7 Cara Memperbaiki Kualitas Tidur agar Tubuh Lebih Bugar
Ketiga, lakukan aktivitas fisik secara teratur. Olahraga dapat membantu memperbaiki profil lemak darah sekaligus menjaga berat badan.
Selain itu, berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol juga dapat mendukung kesehatan jantung.
Pada sebagian orang, perubahan pola hidup saja belum cukup untuk mengendalikan kolesterol. Dokter mungkin akan merekomendasikan obat penurun kolesterol sesuai tingkat risiko dan kondisi kesehatan pasien.
Oleh karena itu, pemeriksaan kolesterol secara berkala penting dilakukan meskipun tubuh terasa sehat. Jangan menunggu munculnya keluhan untuk mulai memperhatikan kesehatan pembuluh darah.
(Sumber: American Heart Association)
Ilustrasi- Laporan kolesterol darah (Magnific)