Ntvnews.id, Jakarta - Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering tidak disadari. Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah terhadap dinding pembuluh arteri meningkat secara terus-menerus.
Salah satu hal yang membuat hipertensi berbahaya adalah penyakit ini sering tidak menimbulkan gejala yang jelas. Seseorang bisa saja merasa sehat dan tetap beraktivitas seperti biasa meskipun tekanan darahnya sudah berada di atas batas normal.
Lantas, mengapa tekanan darah tinggi berbahaya meski tidak menimbulkan gejala?
Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Tekanan Darah Tinggi?
Baca Juga: Penderita Darah Tinggi, Hindari 7 Jenis Makanan dan Minuman Ini
Tekanan darah menunjukkan seberapa kuat darah mendorong dinding pembuluh arteri ketika jantung memompa darah.
Hasil pengukuran tekanan darah terdiri dari dua angka. Angka pertama disebut sistolik, yaitu tekanan ketika jantung berkontraksi. Sementara itu, angka kedua disebut diastolik, yaitu tekanan ketika jantung beristirahat di antara detak.
Jika tekanan darah terlalu tinggi dalam jangka panjang, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan berbagai organ tubuh.
Hipertensi atau Darah Tinggi (Istimewa)
Baca Juga: Program CKG Temukan 663 Ribu Anak Alami Tekanan Darah Tinggi
Berapa Angka Tekanan Darah yang Termasuk Normal?
Menurut klasifikasi American Heart Association, tekanan darah orang dewasa dibagi menjadi beberapa kategori:
Normal: kurang dari 120/80 mmHg.
Meningkat: sistolik 120–129 mmHg dan diastolik kurang dari 80 mmHg.
Hipertensi tahap 1: sistolik 130–139 mmHg atau diastolik 80–89 mmHg.
Hipertensi tahap 2: sistolik 140 mmHg atau lebih atau diastolik 90 mmHg atau lebih.
Sementara itu, tekanan darah di atas 180/120 mmHg termasuk kondisi yang sangat tinggi dan membutuhkan perhatian medis segera. Jika disertai nyeri dada, sesak napas, kelemahan anggota tubuh, gangguan penglihatan, atau kesulitan berbicara, segera cari pertolongan darurat.
Perlu diketahui bahwa klasifikasi dan ambang diagnosis dapat berbeda menurut pedoman yang digunakan. Diagnosis hipertensi juga tidak ditentukan hanya dari satu kali pengukuran, kecuali dalam keadaan darurat.
Apa Saja Bahaya Tekanan Darah Tinggi bagi Tubuh?
Hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius.
Tekanan darah tinggi membuat jantung bekerja lebih keras. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan penebalan otot jantung dan meningkatkan risiko gagal jantung maupun penyakit jantung koroner.
2. Stroke
Hipertensi dapat merusak pembuluh darah di otak dan meningkatkan risiko penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah yang menyebabkan stroke.
3. Kerusakan ginjal
Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal sehingga kemampuan organ tersebut untuk menyaring darah menurun.
4. Gangguan Penglihatan
Pembuluh darah kecil di retina juga dapat mengalami kerusakan akibat hipertensi. Kondisi ini dikenal sebagai retinopati hipertensi dan dapat mengganggu penglihatan.
Apa Penyebab Tekanan Darah Tinggi?
Hipertensi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi kesehatan tertentu.
Beberapa faktor risikonya meliputi:
Konsumsi garam berlebihan.
Kelebihan berat badan atau obesitas.
Kurang aktivitas fisik.
Kebiasaan merokok.
Konsumsi alkohol.
Riwayat keluarga dengan hipertensi.
Bertambahnya usia.
Penyakit tertentu, seperti gangguan ginjal dan gangguan hormon.
Hipertensi atau Darah Tinggi (Istimewa)
Pada sebagian besar orang dewasa, hipertensi tidak memiliki satu penyebab spesifik dan berkembang melalui kombinasi faktor genetik serta lingkungan.
Bagaimana Cara Mencegah Tekanan Darah Tinggi?
Ada sejumlah kebiasaan yang dapat membantu menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Pertama, batasi konsumsi garam. WHO merekomendasikan konsumsi natrium kurang dari 2.000 mg atau setara dengan kurang dari 5 gram garam per hari untuk orang dewasa.
Kedua, perbanyak konsumsi buah, sayuran, biji-bijian utuh, dan sumber protein sehat. Pola makan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) juga dapat menjadi pilihan untuk membantu mengendalikan tekanan darah.
Ketiga, lakukan aktivitas fisik secara rutin. Orang dewasa dianjurkan melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang selama 150–300 menit per minggu.
Selain itu, berhenti merokok, menjaga berat badan, mencukupi waktu tidur, dan mengelola stres juga dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah.
Mengapa Pemeriksaan Tekanan Darah Penting?
Karena hipertensi sering tidak menunjukkan gejala, pemeriksaan tekanan darah secara berkala menjadi langkah penting untuk mendeteksi kondisi ini sejak dini.
Pengukuran dapat dilakukan menggunakan alat tensimeter di fasilitas kesehatan atau perangkat yang tervalidasi untuk penggunaan di rumah.
Jika hasil pengukuran menunjukkan tekanan darah tinggi, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan yang sesuai.
Jangan menunggu tubuh menunjukkan keluhan tertentu untuk memeriksa tekanan darah. Deteksi dan pengendalian hipertensi sejak dini dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan kerusakan organ lainnya. (Sumber: American Heart Association)
Mengapa Tekanan Darah Tinggi Berbahaya Meski Tidak Menimbulkan Gejala?