Ntvnews.id, Moskow - Lembaga Nasional Kesehatan Masyarakat Kongo (INSP) melaporkan jumlah kasus terkonfirmasi Ebola di Republik Demokratik Kongo telah mencapai 9.144 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.410 orang meninggal dunia.
Dalam laporan yang disampaikan pada Rabu, 14 Oktober 2026, INSP mencatat adanya penambahan kasus baru, kematian, serta pasien yang dinyatakan sembuh dalam 24 jam terakhir.
"Dalam 24 jam terakhir, tercatat 79 kasus baru, 29 kematian, dan 29 pasien sembuh. Dengan demikian, total kasus kini mencapai 9.144, termasuk 4.410 kematian sejak terjadi wabah," menurut pernyataan INSP pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Pekan sebelumnya, organisasi kemanusiaan internasional Doctors Without Borders (MSF) menyatakan bahwa penyebaran Ebola di Provinsi Kivu Utara semakin sulit dikendalikan.
Baca Juga: Kasus Ebola di RD Kongo Tembus 8.116
Wabah Ebola di Kongo mulai terjadi pada April 2026. Hingga kini, vaksin maupun pengobatan untuk jenis baru Ebola Bundibugyo belum memperoleh izin resmi.
Meski demikian, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan vaksin Ebola Ervebo berpotensi memberikan perlindungan terhadap penyakit tersebut. Vaksin itu telah dikirim oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ke Kongo.
Baca Juga: Kasus Ebola di Kongo Capai 6.757 Kasus dengan 3.267 Kematian
Sebelumnya, pada Kamis, 20 Agustus 2026, WHO melaporkan telah mengirimkan 70 ribu dosis vaksin Ervebo ke Kongo. Pengiriman tersebut ditujukan untuk melindungi tenaga kesehatan serta mendukung pelaksanaan uji klinis.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Virus Ebola terlihat di Ankara, Turkiye. (Antara)