Ntvnews.id, Jakarta - Tubuh sering lelah meski sudah tidur cukup bisa menjadi tanda bahwa kualitas tidur belum optimal atau ada faktor lain yang memengaruhi kondisi fisik. Rasa lelah sesekali merupakan hal yang wajar, terutama setelah menjalani aktivitas padat. Namun, kelelahan yang berlangsung terus-menerus perlu diperhatikan.
Kondisi ini dikenal sebagai fatigue, yaitu perasaan lelah, kekurangan energi, atau kehabisan tenaga yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Berbeda dengan rasa kantuk, fatigue tidak selalu membuat seseorang ingin tidur, tetapi bisa menyebabkan tubuh terasa berat dan sulit berkonsentrasi.
Dilansir dari National Health Service (NHS) Inggris, Kamis, 29 Oktober 2026, kelelahan berkepanjangan dapat berkaitan dengan pola hidup, stres, gangguan tidur, hingga kondisi medis tertentu. Karena penyebabnya beragam, penting untuk mengenali faktor yang mungkin memengaruhi tubuh.
Lantas, kenapa tubuh sering lelah meski sudah tidur cukup? Berikut sejumlah kemungkinan penyebabnya.
Baca Juga: Kemenkes Tangani 333.470 Kasus ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla
1. Kualitas Tidur Tidak Optimal
Tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam merupakan kebutuhan umum orang dewasa. Namun, durasi tidur yang cukup tidak selalu berarti tubuh mendapatkan istirahat berkualitas.
Seseorang bisa saja tidur cukup lama, tetapi sering terbangun pada malam hari atau mengalami gangguan yang membuat tidur tidak nyenyak. Akibatnya, tubuh masih terasa lelah ketika bangun pada pagi hari.
Salah satu kondisi yang dapat mengganggu kualitas tidur adalah sleep apnea, yaitu gangguan ketika pernapasan terhenti dan kembali berulang selama tidur.
Gejalanya dapat berupa mendengkur keras, terbangun sambil terengah-engah, sakit kepala pada pagi hari, dan mengantuk berlebihan pada siang hari.
Jika mengalami gejala tersebut, terutama mendengkur keras disertai gangguan pernapasan saat tidur, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
2. Stres dan Kelelahan Mental
Kelelahan tidak selalu disebabkan oleh aktivitas fisik. Tekanan pekerjaan, masalah pribadi, serta tuntutan sehari-hari juga dapat menguras energi mental.
Stres yang berlangsung lama bisa mengganggu konsentrasi, memengaruhi suasana hati, dan membuat seseorang sulit tidur nyenyak. Akibatnya, tubuh terasa lelah meskipun waktu tidur sudah mencukupi.
Baca Juga: Berapa Jam Tidur yang Ideal untuk Orang Dewasa? Ini Penjelasannya
Untuk membantu mengelola stres, cobalah menyisihkan waktu untuk beristirahat di sela-sela aktivitas, melakukan olahraga ringan, menjalani latihan pernapasan, atau berbicara dengan orang yang dipercaya.
Jika kelelahan disertai kecemasan atau suasana hati yang terus memburuk hingga mengganggu aktivitas, bantuan profesional dapat dipertimbangkan.
3. Kekurangan Zat Besi atau Anemia
Anemia merupakan salah satu kondisi yang dapat menyebabkan tubuh mudah lelah. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah sehat atau hemoglobin untuk membawa oksigen secara optimal.
Salah satu penyebab anemia adalah kekurangan zat besi. Risiko ini dapat meningkat pada orang yang mengalami perdarahan, termasuk menstruasi berat, atau tidak mendapatkan cukup zat besi dari makanan.
Selain lelah, gejala anemia dapat berupa tubuh terasa lemas, kulit tampak lebih pucat, sakit kepala, pusing, jantung berdebar, dan sesak napas.
Jika mengalami gejala yang mengarah pada anemia, pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya. Jangan langsung mengonsumsi suplemen zat besi tanpa mengetahui apakah tubuh memang membutuhkannya.
4. Gula Darah Tinggi atau Diabetes
Tubuh yang sering lelah juga dapat berkaitan dengan diabetes. Ketika kadar gula darah tinggi, tubuh mengalami gangguan dalam mengelola glukosa sebagai sumber energi.
Kelelahan akibat diabetes dapat disertai gejala lain, seperti sering merasa haus, lebih sering buang air kecil, berat badan turun tanpa sebab yang jelas, dan penglihatan kabur.
Meski demikian, tidak semua orang dengan diabetes mengalami gejala yang jelas pada tahap awal. Karena itu, pemeriksaan gula darah dapat membantu mendeteksi kondisi tersebut, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko.
Baca Juga: Seperlima Penyakit Penyebab Disabilitas Disumbang oleh Katarak
Jika kelelahan berlangsung lama atau disertai gejala-gejala tersebut, konsultasikan dengan dokter untuk menentukan pemeriksaan yang diperlukan.
5. Gangguan Hormon Tiroid
Kelenjar tiroid berperan dalam mengatur metabolisme tubuh. Ketika produksi hormon tiroid terlalu rendah atau terlalu tinggi, berbagai fungsi tubuh dapat terpengaruh.
Pada hipotiroidisme, yaitu kondisi ketika kelenjar tiroid kurang aktif, seseorang dapat mengalami kelelahan, mudah merasa kedinginan, sembelit, kulit kering, dan kenaikan berat badan.
Sebaliknya, hipertiroidisme atau produksi hormon tiroid berlebihan dapat menyebabkan jantung berdebar, mudah gelisah, sulit tidur, dan kelemahan otot.
Gejala gangguan tiroid dapat menyerupai kondisi lain. Dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan darah untuk mengevaluasi fungsi tiroid apabila terdapat indikasi.
6. Pola Makan Tidak Seimbang dan Kurang Cairan
Asupan makanan yang tidak mencukupi kebutuhan tubuh dapat memengaruhi energi sepanjang hari. Kebiasaan melewatkan waktu makan atau menjalani pola diet yang terlalu ketat juga dapat membuat tubuh terasa lemas.
Kekurangan zat gizi tertentu, termasuk zat besi, vitamin B12, dan folat, dapat berkontribusi terhadap masalah kesehatan yang berkaitan dengan kelelahan.
Selain itu, kurang minum dapat menyebabkan dehidrasi. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa haus, mulut kering, pusing, dan kelelahan.
Untuk membantu menjaga energi, konsumsilah makanan bergizi seimbang yang mencakup sumber karbohidrat, protein, lemak sehat, sayuran, dan buah-buahan. Pastikan juga kebutuhan cairan terpenuhi dengan menyesuaikannya terhadap aktivitas, cuaca, dan kondisi kesehatan.
Baca Juga: 7 Cara Memperbaiki Kualitas Tidur agar Tubuh Lebih Bugar
Jika kelelahan terus berulang meskipun pola makan sudah diperbaiki, jangan menganggap penyebabnya hanya kekurangan vitamin. Pemeriksaan medis dapat membantu menemukan faktor yang sebenarnya.
7. Kurang Aktivitas Fisik atau Terlalu Memaksakan Diri
Kebiasaan kurang bergerak dapat memengaruhi kebugaran tubuh. Di sisi lain, aktivitas fisik yang terlalu berat tanpa pemulihan yang cukup juga dapat menyebabkan kelelahan berkepanjangan.
Olahraga ringan secara teratur, seperti berjalan kaki, dapat membantu meningkatkan kebugaran dan mendukung kualitas tidur. Namun, intensitas aktivitas perlu disesuaikan dengan kemampuan tubuh.
Jika aktivitas sederhana justru menyebabkan kelelahan ekstrem atau kondisi memburuk setelah beraktivitas, jangan memaksakan diri. Konsultasikan keluhan tersebut dengan tenaga kesehatan, terutama jika berlangsung berulang.
Bagaimana Cara Mengatasi Tubuh yang Sering Lelah?
Cara mengatasi kelelahan bergantung pada penyebabnya. Jika berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari, beberapa langkah berikut dapat membantu:
- Atur jadwal tidur, Usahakan tidur dan bangun pada waktu yang konsisten setiap hari.
- Perbaiki pola makan, Konsumsi makanan bergizi seimbang dan hindari melewatkan waktu makan secara berulang.
- Penuhi kebutuhan cairan, Minum secara teratur sepanjang hari.
- Lakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan, Mulailah dengan aktivitas ringan dan tingkatkan secara bertahap.
- Kelola stres, Berikan waktu untuk beristirahat dan melakukan kegiatan yang membantu relaksasi.
- Evaluasi konsumsi kafein, Batasi kopi, teh berkafein, atau minuman energi menjelang waktu tidur jika mengganggu istirahat.
- Perhatikan obat yang dikonsumsi, Beberapa obat dapat menimbulkan kantuk atau kelelahan. Jangan menghentikan obat resep sendiri; konsultasikan dengan dokter atau apoteker.
Perubahan kebiasaan tersebut dapat membantu jika kelelahan dipengaruhi oleh faktor gaya hidup. Namun, jika penyebabnya merupakan kondisi medis, penanganan perlu disesuaikan dengan hasil pemeriksaan.
Kapan Harus ke Dokter?
Tubuh yang terasa lelah sesekali biasanya dapat membaik setelah beristirahat. Namun, kelelahan yang berlangsung selama beberapa minggu tanpa penyebab yang jelas perlu diperiksakan, terutama jika mulai mengganggu pekerjaan atau aktivitas sehari-hari.
Segera cari pertolongan medis jika kelelahan disertai nyeri dada, sesak napas berat, pingsan, kebingungan mendadak, atau gejala berat lainnya.
Baca Juga: Wajib Tahu, Ini 5 Langkah Mudah Cegah Penularan Influenza A Menurut Dokter
Dokter dapat menanyakan pola tidur, pola makan, aktivitas, penggunaan obat, dan keluhan lain yang menyertai. Berdasarkan hasil evaluasi, pemeriksaan darah untuk menilai anemia, kadar gula darah, atau fungsi tiroid mungkin diperlukan.
Jangan mendiagnosis diri sendiri hanya berdasarkan gejala yang ditemukan di internet. Kelelahan merupakan gejala yang memiliki banyak kemungkinan penyebab, sehingga pemeriksaan diperlukan untuk menentukan penanganan yang tepat.
Kesimpulan
Tubuh sering lelah meski sudah tidur cukup dapat disebabkan oleh kualitas tidur yang buruk, stres, anemia, diabetes, gangguan tiroid, pola makan tidak seimbang, atau masalah aktivitas fisik.
Memperbaiki kebiasaan tidur, menjaga asupan gizi, memenuhi kebutuhan cairan, dan mengelola stres dapat membantu menjaga energi tubuh. Namun, jika kelelahan berlangsung selama beberapa minggu, tidak membaik setelah beristirahat, atau disertai keluhan lain, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Ilustrasi - seseorang mengalami kelelahan atau kantuk berlebihan saat bekerja di meja. (Magnific)