Zaskia Adya Mecca Ikut Demo di Bundaran HI, Suarakan Krisis Karhutla

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Okt 2026, 18:50
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Zaskia Mecca Zaskia Mecca (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Akrtis Zaskia Adya Mecca turun ke jalan bersama ribuan mahasiswa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu, 28 Oktober 2026. Kehadirannya dalam aksi demonstrasi tersebut bertujuan membawa suara dan aspirasi masyarakat Kalimantan yang tengah menghadapi dampak parah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Zaskia mengungkapkan bahwa keputusannya bergabung dalam aksi ini lahir dari rasa frustrasi dan kesedihan mendalam. Ia baru saja menghabiskan waktu sepekan di Kalimantan untuk terjun langsung membantu upaya pemadaman api. Dari pengalaman tersebut, ia menyadari bahwa bantuan logistik yang selama ini diberikan belum menyentuh akar permasalahan di lapangan.

"Aku frustrasi banget di sana, sedih banget. Apa yang aku bawa untuk bantuan ternyata bukan solusi," ujar Zaskia ke awak media, 28 Oktober 2026.

Baca Juga: Zaskia Mecca Kena Tegur Guru Gegara Rok Anaknya Terlalu Pendek

Menurutnya, penanganan karhutla memerlukan instrumen dan dukungan peralatan yang jauh lebih memadai, mulai dari selang khusus, alat pelindung diri (APD) bagi petugas di lapangan, hingga mesin air berkapasitas besar. Zaskia menegaskan bahwa beban penanggulangan bencana tidak seharusnya hanya ditanggung oleh relawan dan masyarakat setempat.

Dibutuhkan kontribusi konkret serta langkah intervensi yang serius dari pemerintah dan instansi terkait, terutama dalam hal pencegahan jangka panjang.

"Kebakaran itu siklusnya per lima tahun sekali, seharusnya kan ini bisa dicegah. Aku berharap dengan semuanya turun menyadarkan yang di atas dan pemerintah bagaimana itu tidak jadi hal normal," tegasnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by NTVNow (@ntv.now)

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menggambarkan betapa buruknya kualitas udara di lokasi terdampak hingga membuat dirinya mengalami sesak napas. Kondisi tersebut menggambarkan beratnya beban hidup warga setempat yang harus bertahan di tengah kepulan asap pekat selama berbulan-bulan.

"Udaranya 3.000-4.000, gimana mau napas. Aku selama di sana saja sesak napas dan warga di sana diminta beradaptasi hidup seperti itu selama empat bulan," tambahnya.

Melalui keikutsertaannya dalam aksi bersama mahasiswa ini, Zaskia berharap pemerintah segera mengambil langkah luar biasa agar bencana karhutla di Kalimantan tidak lagi dianggap sebagai siklus rutin tahunan yang dimaklumi begitu saja.

Sementara itu, aksi unjuk rasa yang digalang oleh elemen mahasiswa di kawasan Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat ini terpantau terus berlanjut dengan penjagaan ketat aparat keamanan.