Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengingatkan bahwa demonstrasi merupakan bagian dari hak demokrasi yang harus dihormati.
Meski demikian, ia berharap setiap aksi penyampaian pendapat di Jakarta dapat berlangsung tertib, aman, dan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.
Ungkapnya, kebebasan menyampaikan aspirasi merupakan hak warga negara. Namun, pelaksanaannya diharapkan tetap memperhatikan kepentingan publik agar aktivitas masyarakat di Ibu Kota dapat berjalan dengan baik.
"Bahwa ada demonstrasi itu hak dari demokrasi. Tetapi kemudian, sebagai Gubernur Jakarta, saya berharap, sungguh berharap bahwa demo yang terjadi, apakah hari ini atau selanjutnya itu bisa berlangsung dengan baik,tertib, dan tidak mengganggu kenyamanan publik," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Jakarta. Menurutnya, Ibu Kota merupakan milik bersama sehingga keamanan, ketertiban, dan kenyamanannya perlu menjadi tanggung jawab seluruh warga.
"Jakarta ini milik kita bersama. Jadi Jakarta harus dirawat bersama-sama," ungkapnya.
Baca Juga: Demo Protes Biaya Hidup di Prancis Berujung Ricuh, Hampir 1.000 Orang Ditangkap
Demo Mahasiswa di Gedung DPR RI (Dok. NTVNews.id)
Di tengah rencana aksi demonstrasi yang digelar di sejumlah titik Jakarta, Pramono memastikan kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung normal.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI belum memberlakukan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dengan demikian, para siswa tetap mengikuti kegiatan belajar di sekolah seperti biasa.
"Untuk hari ini belum ada PJJ, jadi tetap masuk seperti biasa," kata Pramono.
Berdasarkan informasi, aksi penyampaian pendapat dijadwalkan mulai berlangsung pukul 12.00 WIB. Sejumlah lokasi yang menjadi titik kegiatan di antaranya Bundaran Hotel Indonesia (HI), Tugu Tani, serta kompleks DPR/MPR.
Pramono Anung di Balai Kota DKI, Rabu, 28 Oktober 2026. (Ntvnews.id/Adiansyah)