Korea Utara Luncurkan Sekitar 10 Rudal Balistik ke Laut Jepang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Mar 2026, 05:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasongpho-17 milik Korea Utara, 25 Maret 2022. ANTARA/KCNA/HO via Xinhua/tm/am. Arsip foto - Uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasongpho-17 milik Korea Utara, 25 Maret 2022. ANTARA/KCNA/HO via Xinhua/tm/am. (Antara)

Ntvnews.id, Pyongyang - Militer Korea Selatan melaporkan bahwa Korea Utara menembakkan sekitar 10 rudal balistik yang belum teridentifikasi jenisnya ke arah Laut Jepang atau yang juga dikenal sebagai Laut Timur, pada Sabtu, 14 Maret 2026 waktu setempat.

Hingga kini, pemerintah di Pyongyang belum memberikan pernyataan resmi mengenai aktivitas peluncuran tersebut. Namun, aksi itu terjadi hanya beberapa hari setelah Korea Utara memperingatkan adanya konsekuensi mengerika" terkait latihan militer tahunan yang digelar bersama oleh Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Menurut pernyataan Joint Chiefs of Staff South Korea (JCS), militer Seoul mendeteksi peluncuran rudal tersebut dari wilayah Sunan di Korea Utara. Dalam keterangannya disebutkan bahwa militer Korea Selatan menemukan sekitar 10 rudal balistik tak teridentifikasi yang diluncurkan dari area Sunan di Korea Utara menuju ke Laut Timur sekitar pukul 13.20 waktu setempat/

Secara terpisah, Jepang juga mengonfirmasi aktivitas peluncuran tersebut. Kementerian Pertahanan Jepang menyampaikan melalui akun resminya di X bahwa "Apa yang mungkin merupakan rudal balistik telah diluncurkan dari Korea Utara."

Baca Juga: Ketegangan Timur Tengah Meningkat, Korea Utara Uji Rudal Mematikan

Beberapa menit setelah pernyataan awal tersebut, kementerian itu kembali memberikan pembaruan dengan menyebutkan bahwa proyektil yang diluncurkan oleh Korea Utara diyakini telah jatuh.

Peluncuran rudal ini dilakukan Korea Utara setelah sebelumnya menyatakan tidak lagi menaruh harapan pada upaya normalisasi hubungan diplomatik dengan Korea Selatan. Pemerintah Pyongyang bahkan menyebut inisiatif perdamaian terbaru dari Seoul sebagai lelucon yang canggung dan menip".

Bulan lalu, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un juga menegaskan sikap keras terhadap Korea Selatan. Ia mengatakan negaranya sama sekali tidak ada urusan dengan Korea Selatan, entitas yang paling bermusuhan, dan akan secara permanen mengecualikan Korea Selatan dari kategori rekan senegara.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kedua kiri) menghadiri upacara peluncuran kapal selam tempur nuklir taktis pertama di Korea Selatan, Rabu, 6 September 2023. Tugas pertama kapal selam nuklir itu adalah berpatroli di perairan antara Semenanjung Korea <b>(Antara)</b> Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kedua kiri) menghadiri upacara peluncuran kapal selam tempur nuklir taktis pertama di Korea Selatan, Rabu, 6 September 2023. Tugas pertama kapal selam nuklir itu adalah berpatroli di perairan antara Semenanjung Korea (Antara)

Di sisi lain, Korea Selatan bersama Amerika Serikat tengah melaksanakan latihan militer gabungan bertajuk Freedom Shield yang dimulai pada Senin., 9 Maret 2026 Latihan tersebut melibatkan sekitar 18.000 personel militer Korea Selatan dan dijadwalkan berlangsung hingga 19 Maret.

Selama ini, Korea Utara yang memiliki persenjataan nuklir kerap mengecam latihan militer gabungan semacam itu karena dianggap sebagai simulasi invasi terhadap wilayahnya.

Awal pekan ini, Kim Yo Jong, adik sekaligus tokoh kepercayaan Kim Jong Un, juga memperingatkan bahwa latihan militer bersama Amerika Serikat dan Korea Selatan tersebut dapat menyebabkan konsekuensi yang sangat mengerikan.

TERKINI

Load More
x|close