Ntvnews.id, Jakarta - Warga RW 06 Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, mengeluhkan genangan air yang tak kunjung surut akibat proyek pembangunan pintu air di wilayah mereka.
Genangan dengan ketinggian sekitar 10 hingga 20 sentimeter itu telah dirasakan warga selama kurang lebih tiga minggu terakhir.
Ketua RW 06, Suroto, menyampaikan bahwa pihaknya pada dasarnya mendukung pembangunan pintu air sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir. Namun, proses pengerjaan yang mengharuskan pembendungan saluran air justru menyebabkan sejumlah RT terdampak genangan.
Baca Juga: Hujan Deras, 1 RT di Kelurahan Petogogan Terendam Banjir
Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi menjadi lebih parah saat hujan deras, seperti yang terjadi pada Sabtu, 2 Mei 2026.
"Makanya protesnya warga, jangan sampai banjir. Kami tidak menghalangi adanya konstruksi atau pekerjaan yang ada, tapi yang penting jangan sampai dampaknya itu kepada warga di sekitar," kata dia, Minggu, 3 Mei 2026.
Sebagai perwakilan warga, pihak RW telah melaporkan permasalahan ini kepada instansi terkait agar segera ditangani.
Baca Juga: 12 RT di Jaksel Terendam Banjir Usai Diguyur Hujan Deras
Suroto menegaskan bahwa warga tidak menolak pembangunan proyek tersebut, mengingat kawasan tersebut memang rawan banjir.
"Warga itu hanya minta yang penting airnya surut. Terserah apa yang dilakukan cara bekerjanya, yang penting airnya surut dan tidak menggenang ke warga. Itulah yang kita inginkan," imbuhnya.
(Sumber: Antara)
Genangan setinggi 10 sampai 20 sentimeter di RW 06 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat imbas saluran yang meluap karena pembangunan pintu air, Minggu (3/5/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi. (Antara)