KUR Perumahan Tembus Rp14 Triliun, Pemerintah Percepat Program Hunian

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Apr 2026, 08:00
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memberi keterangan ketika dijumpai di Jakarta, Rabu 29 April 2026. (ANTARA/Putu Indah Savitri) Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memberi keterangan ketika dijumpai di Jakarta, Rabu 29 April 2026. (ANTARA/Putu Indah Savitri) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan bahwa realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sektor perumahan atau kredit program perumahan (KPP) hingga Rabu, 29 April 2026 telah mencapai Rp14 triliun.

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, mengungkapkan bahwa capaian tersebut dinilai sangat signifikan.

“Tadi Pak Ara (sapaan akrab Maruarar) menyampaikan tentang progres KUR perumahan. Hari ini sudah sangat tinggi, sudah Rp14 triliun, ya, untuk pencapaian sekarang. Ini angka yang luar biasa,” ujar Sri saat ditemui di Jakarta, Rabu, 29 April 2026.

Baca Juga: Momen Maruar Sirait Turun ke Lapangan Tinjau Perumahan Lippo Karawaci Serpong

Sri menjelaskan bahwa capaian tersebut disampaikan langsung oleh Maruarar kepada Ketua Satgas Perumahan sekaligus Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, dalam rapat yang berlangsung sekitar tiga jam.

Ia menambahkan bahwa program KUR perumahan merupakan bagian dari arahan strategis yang juga berasal dari Hashim.

“Karena tentu KUR Perumahan juga adalah arahan dari Pak Hashim,” ujar Sri.

Selain membahas capaian KUR, rapat tersebut juga menyoroti pemetaan lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan perumahan.

Proses ini dilakukan bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid, yang memaparkan daftar lahan potensial.

Sri menuturkan bahwa pihak kementerian akan membentuk tim survei guna menindaklanjuti data tersebut dan menentukan prioritas penggunaan lahan.

“Kemudian dari Pak Menteri (Ara) menyampaikan bahwa kami akan membentuk tim survei terkait dengan daftar (lahan) tersebut. Mana yang memang menjadi prioritas, itu digunakan sebagai lahan perumahan,” kata Sri.

Lebih lanjut, dalam rapat itu juga dibahas rencana pengembangan 11 kota satelit yang lahannya telah dipetakan.

Baca Juga: Sinergi Aset Negara: Komdigi dan Kementerian PKP Bangun Rusun Lahan 45 Hektar di Depok

Terkait program ini, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto turut dilibatkan dalam kajian awal, khususnya terkait desain tata ruang dan perencanaan wilayah.

Menurut Sri, kajian tersebut mencakup berbagai aspek penting seperti backlog perumahan, ketersediaan sarana dan prasarana, perencanaan tata ruang, hingga integrasi transportasi.

“Mulai dari backlog-nya bagaimana, terus bagaimana sarana-prasarana di sana, bagaimana konteks tata ruangnya, termasuk integrasi transportasi. Itu sudah ada gambarannya,” kata Sri.

Ke depan, tim survei akan menentukan lahan prioritas sekaligus memilih skema yang paling tepat untuk merealisasikan program perumahan tersebut secara efektif.

(Sumber: Antara)

x|close