Wamentan Sudaryono: Ketahanan Pangan Indonesia Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Dunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jun 2026, 13:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan kondisi ketahanan pangan Indonesia tetap terjaga meskipun dunia saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan akibat konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok global.

Hal tersebut disampaikan Sudaryono saat menjawab pertanyaan media mengenai capaian ketahanan pangan selama satu setengah tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rakernas GEKIRA di NT Tower, Pulomas, Jakarta Timur, Sabtu, 13 Juni 2026.

Menurut Sudaryono, kondisi global saat ini sedang menghadapi ketidakpastian akibat perang dan berbagai persoalan geopolitik yang berdampak terhadap distribusi barang dan energi.

"Ya terbukti kita sekarang dunia lagi kacau begini, kita baik-baik saja," kata Sudaryono.

Baca Juga: Pemerintah Benahi Total Program MBG, Prioritaskan Wilayah 3T dan Kelompok Rentan

Ia mengakui terdapat sejumlah penyesuaian kebijakan yang harus dilakukan pemerintah. Namun, langkah tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat secara menyeluruh.

"Jadi yang susah itu bukannya Indonesia, tapi seluruh dunia lagi kacau karena geopolitik, karena perang dan lain-lain. Termasuk arus barang, arus energi yang selama ini baik-baik saja kemudian ini semua terganggu," ujarnya.

Meski demikian, Sudaryono menilai Indonesia patut bersyukur karena kebutuhan pangan masyarakat masih dapat terpenuhi dengan baik.

"Sehingga tapi di tengah semua ini semua, kita harus bersyukur bahwa ketahanan pangan kita cukup, kemudian ketahanan energi untuk masyarakat kita barangnya ada dan terpenuhi," katanya.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono <b>(NTVnews)</b> Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono (NTVnews)

Ia juga menyinggung sejumlah kebijakan pemerintah, mulai dari mempertahankan harga bahan bakar subsidi hingga pembenahan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pengembangan Koperasi Desa (Kopdes) merah-putih.

"Tinggal ada penyesuaian misalnya untuk bahan bakar subsidi tetap di harga yang sama, ada penyesuaian untuk barang non-subsidi yang tentu saja mungkin bagi sebagian orang itu, tapi yakinlah ini adalah bagian dari ikhtiar pemerintah," ujar Sudaryono.

Menurutnya, keberadaan Kopdes juga menjadi bagian dari strategi pemerataan ekonomi agar aktivitas perdagangan dan distribusi barang tidak hanya berpusat di kota-kota besar.

"Kemudian juga MBG (Makan Bergizi Gratis) dibenahi, kemudian Kopdes kita teruskan karena memang bagian dari cara kita bagaimana arus barang dan arus ekonomi itu kemudian jangan terpusat hanya di kota atau di ibu kota saja, tapi bagaimana keadilan ekonomi ini bisa hadir di desa-desa di seluruh Indonesia kan gitu ya," tuturnya.

x|close