Ketegangan Timur Tengah Meningkat, Korea Utara Uji Rudal Mematikan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mar 2026, 03:57
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kedua kiri) menghadiri upacara peluncuran kapal selam tempur nuklir taktis pertama di Korea Selatan, Rabu, 6 September 2023. Tugas pertama kapal selam nuklir itu adalah berpatroli di perairan antara Semenanjung Korea Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kedua kiri) menghadiri upacara peluncuran kapal selam tempur nuklir taktis pertama di Korea Selatan, Rabu, 6 September 2023. Tugas pertama kapal selam nuklir itu adalah berpatroli di perairan antara Semenanjung Korea (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah, North Korea kembali menunjukkan kekuatan militernya dengan melakukan uji coba rudal jelajah strategis yang diluncurkan dari kapal perang angkatan laut.

Uji coba tersebut disaksikan langsung oleh pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, yang hadir bersama putrinya, Kim Ju-ae.

Peluncuran rudal ini berlangsung sehari setelah dimulainya latihan militer gabungan berskala besar antara United States dan South Korea yang dikenal dengan nama Freedom Shield. Pemerintah di Pyongyang menilai latihan militer yang berlangsung selama 11 hari tersebut bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan simulasi atau persiapan untuk melakukan invasi ke wilayah Korea Utara.

Kim Jong-un menegaskan bahwa uji coba rudal tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan pasukan angkatan laut dalam mengoperasikan senjata strategis sekaligus memperkuat kesiapan tempur mereka.

Baca Juga: Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Apa Alasannya?

Kehadiran Kim Ju-ae dalam uji coba tersebut juga menarik perhatian. Pasalnya, dalam peluncuran rudal serupa dari kapal perang Choe Hyon pada pekan sebelumnya, putri pemimpin Korea Utara itu tidak terlihat mendampingi ayahnya. Kim Jong-un menyatakan keberhasilan uji coba kali ini sebagai bukti kemajuan signifikan teknologi persenjataan laut yang dimiliki negaranya dalam menghadapi berbagai ancaman eksternal.

Selain memamerkan kekuatan militernya, Korea Utara juga menyampaikan sikap politik luar negeri terkait situasi di Timur Tengah. Melalui media pemerintah, Kim Jong-un menyatakan dukungan penuh terhadap pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran.

Arsip foto - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri Rapat Pleno ke-10 Komite Sentral ke-8 Partai Pekerja Korea di Pyongyang, Korea Utara, dalam foto tak bertanggal yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat resmi Korea Utara, 2 Juli 2024. ANTARA/KCNA <b>(Antara)</b> Arsip foto - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri Rapat Pleno ke-10 Komite Sentral ke-8 Partai Pekerja Korea di Pyongyang, Korea Utara, dalam foto tak bertanggal yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat resmi Korea Utara, 2 Juli 2024. ANTARA/KCNA (Antara)

Dukungan tersebut dinilai mempertegas hubungan diplomatik yang erat antara kedua negara, yang selama ini kerap berada di posisi berseberangan dengan negara-negara Barat.

Bersamaan dengan pernyataan tersebut, Pyongyang juga melontarkan kecaman keras terhadap serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran. Pemerintah Korea Utara menyebut tindakan tersebut sebagai serangan ilegal yang melanggar kedaulatan suatu negara.

Sikap ini sekaligus menunjukkan konsistensi Korea Utara dalam menentang kebijakan luar negeri Amerika Serikat, baik terkait dinamika di Semenanjung Korea maupun dalam berbagai konflik geopolitik di tingkat global.

x|close