UEA Tegaskan Tak Izinkan Wilayahnya Digunakan untuk Serang Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Jan 2026, 14:02
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera negara Iran dan Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu/py/am. Ilustrasi - Bendera negara Iran dan Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu/py/am. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Otoritas Uni Emirat Arab (UEA) menegaskan penolakannya terhadap penggunaan wilayah udara, darat, maupun perairannya untuk kepentingan aksi militer yang menyasar Iran. Sikap ini disampaikan di tengah meningkatnya tensi regional, menyusul pengerahan armada tempur Amerika Serikat ke kawasan Teluk.

Melalui pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri UEA menekankan komitmen negaranya untuk tidak memberikan dukungan logistik dalam bentuk apa pun bagi operasi militer yang diarahkan ke Teheran. Pemerintah UEA menilai jalur dialog dan upaya deeskalasi sebagai satu-satunya pendekatan efektif untuk meredakan krisis yang tengah berkembang.

“Dialog, kepatuhan terhadap hukum internasional, dan penghormatan terhadap kedaulatan negara merupakan landasan paling efektif dalam menangani krisis saat ini,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri UEA, yang sekaligus menegaskan bahwa diplomasi tetap menjadi prioritas utama Abu Dhabi.

Hubungan Washington dan Teheran kembali memanas sejak bulan lalu, dipicu oleh gelombang unjuk rasa anti-pemerintah di sejumlah kota di Iran akibat tekanan krisis ekonomi yang berkepanjangan.

Baca Juga: Wamendagri Ribka Haluk Sebut Masalah Utama Otsus Papua Ada pada Tata Kelola, Kini Fokus Perbaiki

Menanggapi dinamika tersebut, Amerika Serikat mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln bersama tiga kapal perusak untuk bergerak menuju perairan Teluk Oman.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya telah mengonfirmasi pengiriman armada besar militer AS ke kawasan Timur Tengah. Gedung Putih menyatakan seluruh opsi, termasuk langkah militer, tetap terbuka guna menekan perubahan sistem pemerintahan di Iran, sebuah kebijakan yang juga mendapat dukungan dari Israel.

Sikap tegas UEA ini dipandang sebagai langkah pencegahan agar kawasan Teluk tidak kembali terjerumus ke dalam konflik terbuka berskala luas. Pada Juni lalu, wilayah tersebut sempat berada di ambang perang ketika Israel, dengan dukungan Amerika Serikat, melancarkan serangan selama 12 hari terhadap Iran. Aksi itu kemudian dibalas Teheran melalui peluncuran drone dan rudal dalam jumlah besar, sebelum akhirnya disepakati gencatan senjata.

Pemerintah Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap serangan dari Amerika Serikat akan dibalas dengan respons cepat dan menyeluruh. Dengan penegasan UEA untuk menolak peran sebagai basis maupun jalur serangan, ruang gerak logistik militer AS di kawasan Teluk diperkirakan akan menghadapi tantangan diplomatik yang semakin kompleks.

x|close