Kapal Induk AS Sudah Dikerahkan ke Teluk Timur Tengah, Perang dengah Iran?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Jan 2026, 08:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kapal induk AS yang terpantau melintasi perairan Aceh. Kapal induk AS yang terpantau melintasi perairan Aceh. (Facebook)

Ntvnews.id, Taheran - Situasi di Timur Tengah kembali memanas hingga mendekati titik kritis. Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan pengerahan kapal induk beserta armada tempur ke kawasan Teluk. Langkah tersebut dipandang sebagai sinyal keras sekaligus penetapan status kesiapsiagaan penuh terhadap Teheran.

Dilansir dari Al Arabiya, Selasa, 27 Januari 2026, Manuver militer itu berlangsung di tengah gelombang unjuk rasa besar yang melanda Iran, yang ditangani aparat keamanan setempat dengan tindakan represif. Pemerintah AS menuding adanya pelanggaran hak asasi manusia serius dalam penanganan aksi protes tersebut.

"Kami memiliki kekuatan besar yang bergerak menuju Iran. Saya lebih suka tidak melihat apa pun terjadi, tetapi kami mengawasi mereka dengan sangat cermat," ujar Trump.

Baca Juga: Kapal Induk Bertenaga Nuklir AS Tiba di Filipina, Kenapa?

Dalam keterangannya, Trump juga mengklaim ancaman militer yang dilontarkannya berhasil menggagalkan rencana eksekusi mati massal terhadap para demonstran. Ia menyebut telah mencegah hukuman gantung terhadap 837 orang, yang sebagian besar merupakan kalangan muda.

"Mereka seharusnya sudah mati. Setiap orang dari mereka akan digantung... Saya katakan, jika kalian menggantung orang-orang itu, kalian akan dipukul lebih keras dari yang pernah kalian alami sebelumnya," tegas Trump.

Kapal induk Amerika Serikat USS Nimitz (CVN-68). <b>(Puspen TNI)</b> Kapal induk Amerika Serikat USS Nimitz (CVN-68). (Puspen TNI)

Trump menambahkan, tekanan tersebut membuat otoritas Iran membatalkan, bukan sekadar menunda, rencana eksekusi hanya satu jam sebelum pelaksanaannya. "Itu pertanda baik, tapi kami tetap mengerahkan armada besar ke arah sana," imbuhnya.

Di sisi lain, Teheran menuding Washington memanfaatkan kondisi domestik Iran untuk meningkatkan tekanan melalui sanksi ekonomi dan isu nuklir. Pemerintah Iran pun mengeluarkan peringatan keras bahwa setiap aksi militer akan dipandang sebagai deklarasi perang total terhadap kedaulatan negara.

Eskalasi ketegangan ini langsung mengguncang pasar global dan lanskap diplomasi internasional. Kawasan Teluk, yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia, kini dibayangi kecemasan. Ketidakstabilan tersebut berpotensi memicu lonjakan harga minyak, mengancam keamanan pelayaran internasional, serta berdampak pada stabilitas ekonomi global.

x|close