WN Rusia Ditemukan Gantung Diri di Bali, Depresi Akibat Perang Ukraina

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jan 2026, 17:45
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
WN Rusia Bunuh Diri Gegara Perang WN Rusia Bunuh Diri Gegara Perang (Instagram)

Ntvnews.id, Bali -  Informasi di atas bukan untuk menginspirasi siapa pun guna melakukan tindakan serupa. Bagi Anda yang merasakan gejala depresi dan cenderung hendak melakukan bunuh diri, segera konsultasi ke psikolog atau psikiater, serta mendatangi klinik kesehatan mental.

Seorang warga negara Rusia berinisial VG (50) ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di garasi sebuah rumah di Jalan Muding Indah, Desa Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, Kamis, 1 Januari 2026 pagi.

Korban diduga mengakhiri hidupnya akibat depresi berat yang dipicu oleh dampak perang Rusia–Ukraina. Temuan tersebut diketahui sekitar pukul 10.00 WITA.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah petunjuk yang mengarah pada dugaan bunuh diri. Salah satu petunjuk utama adalah surat wasiat yang ditulis oleh korban, berisi keluhan mendalam tentang kondisi hidupnya sejak konflik di negaranya.

Keterangan polisi juga menyebutkan bahwa pemilik rumah tempat VG tinggal pernah mendampingi korban menjalani perawatan medis terkait depresi pascaperang Rusia–Ukraina. Dalam kesehariannya, korban diketahui jarang keluar rumah dan cenderung mengisolasi diri.

Baca Juga: BPBD Catat Pengungsi Dampak Banjir Bandang di Maninjau Agam Capai 428 Orang

“Sehingga dapat dipastikan korban meninggal dunia karena bunuh diri yang diduga mengalami depresi, diperkuat dengan keterangan saksi dan surat wasiat yang ditinggalkan korban di ruang tamu,” kata Pejabat Sementara (PS) Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Jumat (2/1).

VG pertama kali ditemukan oleh asisten rumah tangga berinisial NWL (50), yang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pemilik rumah sebelum diteruskan ke pihak kepolisian.

Selain surat wasiat, polisi mengamankan uang tunai Rp 60 juta serta sejumlah mata uang asing, yakni 5 dolar Amerika Serikat, 2 dolar Singapura, dan 4.400 baht Thailand, bersama identitas diri milik korban.

Jenazah VG telah dievakuasi ke RSUP Prof. IGNG Ngoerah Denpasar. Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Rusia untuk menghubungi keluarga korban.

Isi Surat Wasiat

Surat wasiat yang ditinggalkan VG menjadi salah satu kunci utama yang menguatkan dugaan bunuh diri akibat depresi. Surat tersebut berisi lima poin penting yang menggambarkan kondisi psikologis dan keputusan korban sebelum mengakhiri hidupnya. Berikut beberapa isi surat wasiat VG yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia:

Baca Juga: BNPB: Tak Ada Penambahan Korban Jiwa Bencana Sumatera Per Hari Ini

Saya tidak punya uang lagi untuk bertahan hidup. Dulu saya berhenti bekerja karena hati nurani saya tidak mengizinkan saya membayar pajak kepada Rusia fasis untuk perang ini. Putin telah mengambil segalanya dari saya. Tidak ada hal baik di depan, jadi tidak ada alasan dan kekuatan untuk melanjutkan.

Saya secara resmi memberikan izin untuk mendonorkan organ saya jika hal tersebut legal di Indonesia.

Ada beberapa pakaian yang masih layak di dalam koper untuk disumbangkan kepada orang yang membutuhkan, mungkin ke panti asuhan.

Tolong kremasi tubuh saya atau apa pun yang tersisa setelah kemungkinan donor organ di sini, di Bali. Saya ingin abu jenazah saya ditebarkan di laut. Saya telah meninggalkan Rp 60 juta untuk kremasi. Saya yakin jumlah itu cukup. Tidak perlu upacara. Pakaian untuk prosedur jika diperlukan ada di atas tempat tidur.

Tolong beri tahu saudara saya. Terima kasih. Saya minta maaf atas semua kesulitan yang telah saya timbulkan.

Isi surat tersebut menggambarkan secara jelas beban mental yang dialami korban, termasuk tekanan ekonomi, konflik batin, serta dampak langsung perang Rusia–Ukraina terhadap kehidupan pribadinya, hingga berujung pada keputusan tragis untuk mengakhiri hidup.

x|close