Ntvnews.id, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan tidak terjadi penambahan korban jiwa akibat rangkaian bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera hingga Jumat, 2 Januari 2026. Proses penanganan darurat dan pemulihan terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan di lapangan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) BNPB, Abdul Muhari menyampaikan bahwa rekapitulasi korban meninggal dunia masih tetap dan tidak mengalami perubahan. Hingga saat ini, operasi pencarian korban hilang juga masih berlangsung, namun belum ditemukan adanya korban tambahan.
"Rekapitalisasi korban jiwa per hari ini tidak ada penambahan korban jiwa meninggal. Operasi pencarian masih terus dilakukan dengan fokus pada titik2 yang sudah diidentifikasi oleh Timsar Gabungan untuk korban hilang juga tidak ada perubahan," ucapnya di kantor BNPB Jakarta Timur, Jumat, 2 Desember 2026.
Ia juga melaporkan perkembangan positif pada data pengungsian. Jumlah warga yang mengungsi mengalami penurunan sebanyak 75 jiwa, sehingga total pengungsi hingga hari ini tercatat 380.287 orang. Penurunan ini menjadi sinyal awal membaiknya kondisi di sejumlah daerah terdampak.
Meski demikian, upaya pencarian dan evakuasi tetap dilakukan secara maksimal. BNPB berharap tidak ada lagi korban yang ditemukan di lokasi pencarian, seiring membaiknya akses dan kondisi lapangan.
Abdul Muhari (Ntvnews.id/Adiansyah)
"Terkait pencarian korban ini upaya masih dilakukan secara optimal. Kita harapkan ke depan tidak ada lagi korban yang masih ada di titik-titk pencarian," ujarnya.
Kabar baik lainnya datang dari sektor pemulihan ekonomi masyarakat. Di beberapa wilayah terdampak bencana, aktivitas ekonomi mulai kembali bergerak, khususnya di pasar-pasar tradisional.
BNPB menerima laporan visual dari Pasar Aceh Tamiang, di mana meskipun proses pembersihan pascabencana masih berlangsung, aktivitas jual beli sudah kembali berjalan. Perputaran barang dan masuknya pasokan kebutuhan pokok menunjukkan rantai pasok mulai pulih secara bertahap.
"Pagi ini kita mendapatkan visual dari Aceh Tamiang di Pasar Aceh Tamiang, meskipun proses pembersihan masih berjalan, tapi bersamaan paralel dengan proses pembersihan ini," terangnya lagi.
Tidak hanya di Aceh Tamiang, kondisi serupa juga terlihat di Pidie Jaya dan Meureudu, di mana kegiatan ekonomi telah berlangsung sejak beberapa hari terakhir. BNPB terus mendorong kabupaten dan kota lain untuk segera mengaktifkan kembali pasar tradisional sebagai motor percepatan pemulihan ekonomi daerah.
Abdul Muhari (Ntvnews.id/Adiansyah)