Ntvnews.id, Aceh Tamiang - Masyarakat Aceh Tamiang mengapresiasi langkah pemerintah yang mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) atau rumah sementara. Pembangunan ini ditujukan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang November lalu.
Balqis Andresia Putri, warga Kecamatan Karang Baru, mengaku lega karena Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun hunian yang layak dan nyaman bagi para penyintas. Ia berharap pembangunan ini segera rampung agar warga dapat meninggalkan posko pengungsian.
“Masyarakat yang rumahnya hanyut kini bisa tinggal di tempat yang lebih layak daripada tenda darurat. Kami berharap pembangunan segera selesai agar warga bisa kembali memiliki hunian,” ujar Balqis, Jumat, 2 Januari 2026.
Baca Juga: BNI Dukung Danantara Hadirkan Hunian Layak bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang
Balqis Andresia Putri, warga Kecamatan Karang Baru. (Bakom RI)
Saat ini, Kementerian PU tengah mengebut pembangunan 384 unit huntara untuk 96 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Aceh Tamiang. Meski bersifat sementara, hunian ini tetap mengutamakan kualitas. Setiap blok huntara dirancang berukuran 24 x 14,4 meter dengan material unggulan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, petugas merangkai struktur baja ringan galvanis yang kuat dan antikarat sebagai kerangka bangunan. Dindingnya pun menggunakan panel modular yang tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Kualitas material ini mendapat pujian dari Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, saat meninjau lokasi.
“Bahan-bahannya premium dan sangat layak untuk masyarakat di sini,” pungkasnya.
Pemerintah mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara). (Bakom RI)