BNPB Salurkan Lebih dari Rp20 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera yang Pilih Tinggal Bersama Keluarga

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Jan 2026, 15:43
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Prabowo Pimpin Rapat Koordinasi Usai Tinjau Lokasi Bencana di Aceh Tamiang Prabowo Pimpin Rapat Koordinasi Usai Tinjau Lokasi Bencana di Aceh Tamiang (Sekretariat Presiden)

Ntvnews.id, Aceh Tamiang - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyalurkan bantuan dana dengan total lebih dari Rp20 miliar kepada warga terdampak bencana di wilayah Sumatera yang memilih tidak menempati hunian dari pemerintah.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan, sekitar 11.414 warga terdampak memutuskan menolak hunian sementara karena lebih memilih tinggal di rumah keluarga masing-masing. Sebagai gantinya, pemerintah memberikan bantuan dalam bentuk kompensasi tunai.

"Jadi jumlah yang sudah disalurkan Rp 20.545.200.000," ujar Suharyanto dalam rapat koordinasi yang digelar di Aceh Tamiang, Kamis, 1 Januari 2026.

Baca Juga: Prabowo Buka Peluang Bantuan dari Diaspora untuk Korban Bencana Sumatera

Ia merinci, penyaluran dana tersebut telah dilakukan sejak dua hari sebelumnya. Setiap kepala keluarga menerima bantuan sebesar Rp600 ribu per bulan.

"Per kepala keluarga mendapat anggaran per bulan Rp 600.000 kali 3 bulan, Bapak. Desember, Januari, Februari, sudah tersalur sebesar 11.414 orang," ungkapnya.

Kepala BNPB Kepala BNPB

Penyaluran bantuan ini dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat meninjau pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang pada 1 Januari 2026.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa jumlah rumah terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai sekitar 213 ribu unit.

Baca Juga: Berikut Tradisi Unik Malam Tahun Baru dari Berbagai Negara

Menurut Tito, data tersebut diperoleh dari BNPB. Rumah-rumah terdampak itu diklasifikasikan ke dalam tiga kategori kerusakan, yakni rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat.

"Sehingga total rumah yang terdampak itu lebih kurang 213.000," kata Tito dalam rapat koordinasi di Aceh Tamiang, Kamis, 1 Januari 2026.

x|close