Polisi Mediasi SMPN 182 dengan Pemilik Tembok Roboh, Sepakat Perbaikan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Feb 2026, 21:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Dua alat berat membersihkan material pagar tembok samping SMPN 182 Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (16/2/2026), setelah roboh pada Minggu, 15 Februari 2026. ANTARA/Luthfia Miranda Putri. Dua alat berat membersihkan material pagar tembok samping SMPN 182 Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (16/2/2026), setelah roboh pada Minggu, 15 Februari 2026. ANTARA/Luthfia Miranda Putri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepolisian memfasilitasi mediasi antara pihak SMPN 182 Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, dengan pemilik pagar tembok yang roboh guna mencapai penyelesaian bersama.

Kapolsek Pancoran Kompol Mansur menegaskan bahwa perkara tersebut diselesaikan melalui jalur musyawarah karena telah tercapai kesepakatan antara kedua belah pihak.

"Kami hanya mediasi karena sudah ada kesepakatan. Jadi, tak ada unsur pidana," kata Kompol Mansur kepada wartawan di Jakarta, Senin, 16 Februari 2026.

Ia memastikan kepolisian akan terus memantau proses pembangunan ulang pagar yang dijanjikan oleh pemiliknya. Pengawasan dilakukan agar konstruksi baru memiliki kekuatan lebih baik sehingga insiden serupa tidak kembali terjadi.

"Tentu, kami akan ikuti terus sampai dengan tuntas. Kita kasih masukan agar bangunan itu supaya lebih kuat lagi agar tidak terjadi seperti yang kita lihat itu," katanya.

Baca Juga: Tembok Sekolah SMPN 182 Kalibata Roboh, Polisi Dalami Dugaan Kelalaian

Menurut Mansur, pemilik pagar yang roboh diketahui merupakan seorang pengusaha klinik kecantikan. Ia telah berkomitmen untuk mengganti kerugian dengan membangun kembali pagar yang rusak seperti semula, dan pihak sekolah menerima komitmen tersebut.

"Yang pasti, antara pemilik pagar dengan sekolah sudah ada kesepakatan untuk perbaikan," ucapnya.

Sebelumnya, peristiwa robohnya pagar samping sekolah itu sempat viral di media sosial Instagram melalui akun @jakartaselatan24jam. Rekaman kamera pengawas memperlihatkan detik-detik pagar tembok di samping SMPN 182 ambruk pada Minggu, 15 Februari 2026 siang.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta menyatakan bahwa insiden tersebut dipicu oleh kondisi struktur tanah yang labil.

Akibat kejadian itu, saluran air di sekitar lokasi sempat tersumbat. Meski demikian, dipastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa. Hingga kini, total kerugian akibat peristiwa tersebut masih dalam proses pendataan.

Baca Juga: BPBD DKI Sebut Tanah Labil Jadi Penyebab Robohnya Tembok SMPN 182 Kalibata

(Sumber: Antara) 

x|close