Ntvnews.id, Aceh - Ribuan personel TNI Angkatan Darat (TNI AD) terus bergerak membantu pemulihan wilayah terdampak banjir di Provinsi Aceh setiap hari. Mulai dari pembersihan lumpur yang menutup fasilitas umum hingga renovasi sekolah dan perumahan guru, para prajurit bekerja untuk memastikan aktivitas masyarakat dapat segera kembali berjalan normal.
Para personel TNI melaksanakan pembersihan material banjir yang menutupi berbagai fasilitas umum, meliputi kantor pemerintahan, tempat ibadah, sekolah, pondok pesantren, rumah sakit/puskesmas, hingga jalan desa.
Upaya pembersihan lumpur dilakukan secara intensif di berbagai lokasi. Di Balai Pengajian Tengku Nyak Hakim, Desa Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, tiga personel TNI terlihat membersihkan lumpur pekat menggunakan sekop dan gerobak dorong. Lumpur sisa banjir yang masih basah dan melekat membuat proses pengerjaan berlangsung berat, namun tetap dilakukan secara gotong royong.
Kegiatan serupa juga berlangsung di sejumlah fasilitas pendidikan. Personel TNI membersihkan halaman SMKN 1 Peusangan di Kabupaten Bireuen serta parit Pustu kesehatan di Peusangan Selatan. Pembersihan lumpur juga dilakukan di SMPN 16 Takengon, di mana endapan lumpur masih menumpuk dan dibersihkan bersama-sama oleh prajurit.
Baca Juga: Jelang Ramadan, Rumah Lansia dan Perumahan Guru di Aceh Kembali Bersih Pascabencana
Selain pembersihan, TNI turut melakukan pengecatan dan renovasi fasilitas pendidikan. Pengecatan pintu kelas dilakukan di SD Rantau Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.
Renovasi juga dilaksanakan di SD Negeri Gelanggang Merak, Kecamatan Manyak Payed, serta renovasi perumahan guru SD Negeri Rantau Panjang, di mana personel TNI mengecat bangunan sekaligus menata halaman dengan tanaman hijau agar kembali asri.
Pengecatan Merah Putih juga dilakukan di sejumlah sekolah, antara lain TK Negeri 1 Dabun Gelang di Blangkejeren, MIN 1 Blangkejeren, serta TK Negeri Kutapanjang. Kegiatan ini bertujuan mengembalikan kenyamanan ruang belajar sekaligus menumbuhkan semangat siswa setelah terdampak bencana.
Baca Juga: Pemulihan Akses Jalan Raya di Aceh Terus Berjalan, Ini Progres Terbarunya
Tak hanya itu, personel TNI juga membantu pembuatan meja dan kursi kayu bagi siswa di SDN 1 Kuala Simpang, memastikan kegiatan belajar dapat kembali berjalan dengan fasilitas yang memadai.
Di sisi infrastruktur desa, pengerahan alat berat turut dilakukan untuk mempercepat pembersihan jalan yang tertutup lumpur dalam volume besar. Eskavator digunakan di Desa Suka Makmur, Kecamatan Kejuruan Muda, Dusun Al-Ikhsan di Kecamatan Rantau, serta kawasan sekitar SDN 1 Kuala Simpang dan Kampung Landung.
Rangkaian kerja ini mencerminkan upaya berkelanjutan pemerintah dan aparat di lapangan untuk mempercepat pemulihan wilayah sekaligus memastikan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas.
TNI membersihkan sisa-sisa banjir yang menutupi berbagai fasilitas umum, meliputi kantor pemerintahan, tempat ibadah, sekolah, pondok pesantren, rumah sakit/puskesmas, hingga jalan desa. (Istimewa)