Prabowo Jelaskan Alasan Libatkan TNI-Polri dalam Program Ketahanan dan Produksi Pangan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Feb 2026, 07:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto (tiga kanan) saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat, 13 Februari 2026. ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden Presiden Prabowo Subianto (tiga kanan) saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat, 13 Februari 2026. ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden (Youtube Sekretariat Presiden)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memaparkan alasan pelibatan TNI dan Polri dalam berbagai program prioritas pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Penjelasan ini disampaikan di tengah kritik dari sejumlah pakar, pengamat, serta editorial media asing terkait peran aparat keamanan dalam sektor pangan.

Di hadapan pejabat negara dan jajaran pimpinan Polri, Prabowo menegaskan bahwa keterlibatan TNI dan Polri dilandasi oleh karakter mereka sebagai tentara rakyat dan polisi rakyat, sehingga wajar dilibatkan dalam program yang menyangkut keselamatan masyarakat, termasuk peningkatan produksi pangan.

"Ada kritik di media-media asing, ini Presiden Prabowo menggunakan tentara dan polisi untuk meningkatkan produksi pangan. Menurut mereka, ini enggak sesuai dengan paham pasar bebas mereka. Emangnya ada paham pasar bebas? Ya kan? (Saya, red.) dikritik, ya memang ini, ini tentara rakyat, ini polisi rakyat," kata Presiden Prabowo saat peresmian lebih dari 1.700 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan fasilitas ketahanan pangan Polri di SPPG Polri Palmerah, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.

Baca Juga: Perang Netizen Korsel vs ASEAN Meledak di X, Bermula dari Konser DAY6

Presiden juga menekankan bahwa penderitaan rakyat akibat kekurangan pangan turut dirasakan oleh anggota TNI dan Polri karena mereka berasal dari rakyat.

"Penderitaan rakyat adalah penderitaan tentara, penderitaan rakyat adalah penderitaan polisi, (yang) awaknya, anggotanya adalah anak-anak rakyat," sambung Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengapresiasi langkah Polri yang membangun 18 gudang ketahanan pangan serta membentuk 1.179 SPPG yang mengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah Indonesia.

Prabowo Subianto di SPPG Polri <b>(NTVnews)</b> Prabowo Subianto di SPPG Polri (NTVnews) "Saya hari ini sungguh-sungguh merasa bahagia, saya merasa puas hati, karena saya melihat institusi yang sangat penting bagi negara, dan bangsa kita, yaitu Kepolisian Negara Republik Indonesia, telah mengambil inisiatif, mungkin di satu bidang yang seolah-olah tidak merupakan tugas pokoknya, tetapi pimpinan Kepolisian Negara telah menangkap masalah yang krusial bagi keselamatan suatu bangsa," kata Presiden Prbaowo.

Prabowo menilai Polri telah memahami esensi tugas utama institusi kepolisian yang tidak hanya sebatas menjaga keamanan fisik dan ketertiban umum.

"Manusia di mana pun, apapun agamanya, apapun rasnya, apapun kelompok etnisnya, manusia mana pun, seorang bapak dan seorang ibu yang utama pemikirannya, yang utama perhatiannya adalah keamanan dan kesejahteraan keluarganya, anak-anaknya, dan keamanan yang pertama adalah aman dari lapar," kata Presiden Prabowo.

x|close