BGN Catat 21.897 SPPG Beroperasi Layani 65 Juta Penerima Manfaat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Feb 2026, 18:45
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Sekretaris Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN Ermia Sofiyessi (paling kanan) dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari. Sekretaris Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN Ermia Sofiyessi (paling kanan) dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan hingga Rabu, 12 Februari 2026, sebanyak 21.897 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di seluruh Indonesia. Layanan tersebut menjangkau sekitar 65 juta penerima manfaat, mulai dari peserta didik PAUD hingga SMA, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.

Sekretaris Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN Ermia Sofiyessi menyampaikan bahwa pendaftaran SPPG telah ditutup dan kini difokuskan pada penyelesaian pembangunan unit yang masih berjalan.

"Per 12 Februari ada 21.897 SPPG sudah berjalan. Saat ini portal sudah ditutup, hanya menunggu proses pembangunan sampai selesai. Penerima manfaat saat ini sudah mencapai 65 juta," kata Ermia dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.

BGN menargetkan pada Maret 2026 jumlah SPPG yang beroperasi meningkat menjadi 23 ribu unit guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, sekitar 5.000 SPPG masih dalam tahap pembangunan.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 tercatat 32 ribu SPPG telah beroperasi. Namun, tingginya antusiasme masyarakat mendorong penambahan target pada 2026 menjadi 33.670 unit, dengan rincian 25.400 unit di wilayah aglomerasi dan 8.270 unit di daerah terpencil.

Baca Juga: BGN Atur Distribusi MBG untuk Ibu Hamil, Menyusui, dan Balit

"Tahun 2026 juga terdapat penambahan penerima manfaat, dimana tahun 2025 guru dan tenaga kependidikan belum mendapatkan MBG, maka mulai Januari 2026 guru dan tenaga kependidikan sudah menerima di sekolah," tuturnya.

Selain peningkatan jumlah penerima manfaat, kebutuhan bahan baku pangan juga mengalami lonjakan signifikan. Untuk memenuhi kebutuhan buah pisang saja, dibutuhkan sekitar 3.941 petani per bulan untuk setiap SPPG.

"Untuk beras, kami membutuhkan 109.485 petani per bulan, sedangkan saat ini data menunjukkan bahwa jumlah kontribusi pemasok bahan pangan untuk 21.987 SPPG, diantaranya untuk beras ada 109.485 pemasok, ayam 65.691 pemasok, dan telur 4.160," paparnya.

Pada tahun 2026, BGN juga memperluas cakupan usia penerima manfaat MBG untuk anak usia 6–59 bulan, sesuai ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG.

"Batasan usia kelompok anak balita juga sudah ditambah. Kalau mengikuti Perpres 115 Tahun 2025 di juknis tahun 2026, anak 6-59 bulan itu menerima. Ini menjadi tantangan karena itu usia yang cukup kritis bagi anak-anak untuk menerima makanan," kata Ermia.

Baca Juga: BGN Tegaskan Mitra Dilarang Tolak Relawan Disabilitas di Dapur MBG

(Sumber: Antara) 

x|close