Tanggul Sungai Jebol, Banjir Kembali Rendam Permukiman Warga Aceh Tamiang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Jan 2026, 22:57
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Banjir kiriman kembali merendam pemukiman warga hilir di Desa Raja, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang pada Kamis Banjir kiriman kembali merendam pemukiman warga hilir di Desa Raja, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang pada Kamis (Antara)

Ntvnews.id, Banda AcehBanjir kembali melanda wilayah Aceh Tamiang setelah tanggul sungai di Kampung Raja, Kecamatan Bendahara, dilaporkan jebol. Kerusakan tanggul tersebut menyebabkan debit air sungai meluap dan merendam permukiman warga yang sebelumnya masih dalam kondisi pemulihan pascabencana.

Tokoh pemuda Bendahara Hilir, M Daud, mengatakan banjir kembali terjadi karena tanggul yang rusak belum mendapat perbaikan.

"Kampung kami banjir lagi akibat tanggul jebol belum diperbaiki,” kata M Daud di Aceh Tamiang, Kamis.

Ia menjelaskan peristiwa jebolnya tanggul terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Beberapa jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 21.00 WIB, genangan air semakin meluas dan masuk ke kawasan permukiman warga.

Titik tanggul yang jebol berada di ruas jalan penghubung antara Kecamatan Bendahara dan Kecamatan Seruway. Akibatnya, air sungai meluap ke badan jalan dan permukiman yang sebelumnya sudah rusak parah akibat banjir bandang kembali terendam.

“Dampak tanggul jebol, Kampung Raja yang kondisinya masih banyak orang mengungsi di tenda kembali terendam banjir,” ujarnya.

Menurut M Daud, banjir susulan tersebut diduga merupakan banjir kiriman dari wilayah hulu sungai yang dipicu hujan deras di kawasan pegunungan. Ia menambahkan, kerusakan tanggul sebenarnya sudah terjadi sejak banjir bandang pada 26 November 2025 lalu dan hingga kini belum sepenuhnya tertangani.

Ia mengungkapkan, sejumlah titik tanggul sungai di pesisir Kecamatan Bendahara mengalami kerusakan akibat banjir bandang tersebut.

“Jebolnya sejumlah tanggul di pesisir Bendahara ini akibat banjir bandang November 2025, meliputi beberapa titik yaitu Kampung Raja, Lubuk Batil, dan Marlempang,” katanya.

Kondisi itu membuat warga diliputi kekhawatiran setiap kali hujan lebat mengguyur wilayah hulu. “Hari ini kami merasa cemas apabila mendapat kabar intensitas hujan lebat di wilayah hulu, maka kampung-kampung di hilir bisa terendam banjir kembali karena tanggul penahan sungai sudah pada jebol,” tambah M Daud.

Sementara itu, banjir juga sempat terjadi di Desa Selamat, Kecamatan Tenggulun, pada Rabu malam, 31 Desember 2025. Luapan air berasal dari sungai di kawasan objek wisata pemandian Gunung Pandan setelah hujan deras mengguyur wilayah atas.

Namun, Datok Penghulu Kampung Selamat, Suherman, memastikan banjir tersebut tidak berlangsung lama dan segera surut dalam hitungan jam.

“Air masuk kampung sampai kawasan tower saja mau ke arah Gunung Pandan. Banjir akibat hujan deras di wilayah atas. Tidak ada korban dan warga mengungsi, hanya banjir lewat,” kata Suherman.

(Sumber: Antara)

x|close